Serikat Pemerhati Sawit Sulbar Keluhkan Keterbatasan Kapal Pengangkut TBS di Pelabuhan

oleh
ist

Mamuju, Mesakada.com — Keterbatasan kapal yang melayani pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) melalui pelabuhan terminal khusus (Tersus) milik perusahaan perkebunan sawit menjadi sorotan Serikat Pemerhati Sawit saat menemui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Sulbar, Jumat (12/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Serikat Pemerhati Sawit menyampaikan bahwa jumlah armada kapal yang beroperasi di pelabuhan milik PT Astra dan PT Unggul dinilai belum memadai untuk mengakomodasi kebutuhan pengangkutan hasil perkebunan sawit. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat distribusi TBS dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku usaha sawit.

Aspirasi tersebut diterima langsung Kepala Disperkimtanhub Sulbar, Maddareski Salatin, bersama jajaran terkait di Kantor Disperkimtanhub Sulbar.

Menanggapi keluhan tersebut, Maddareski mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama perusahaan dan instansi terkait untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi operasional pelabuhan dan ketersediaan armada kapal.

“Kami menerima dan mengapresiasi masukan yang disampaikan oleh Serikat Pemerhati Sawit. Permasalahan ini akan menjadi perhatian kami untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak perusahaan, instansi terkait, serta pemangku kepentingan lainnya agar dapat ditemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan,” kata Maddareski.

Menurutnya, kelancaran transportasi dan logistik, termasuk pengangkutan hasil perkebunan sawit, merupakan bagian penting dalam menjaga roda perekonomian daerah.

Disperkimtanhub Sulbar berkomitmen mendukung penyelesaian persoalan tersebut agar distribusi hasil perkebunan tidak terganggu dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan optimal.

Langkah itu juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang mendorong penguatan konektivitas logistik dan pelayanan transportasi guna menunjang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.