Bali, Mesakada.com — Sebanyak lima pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Sulawesi Barat mengikuti ajang Championship Inovasi Wastra Nusantara (Citra Nusa) dan Kurasi Karya Kreatif Indonesia (KKI) sebagai upaya memperkenalkan inovasi produk tenun daerah ke pasar nasional.
Salah satu peserta yang ikut adalah Owner Warisan Tenun Negeri (Wangi), Rezky Amaliah. Dalam ajang tersebut, Rezky menghadirkan inovasi produk upcycle dengan memadukan bahan jeans atau denim bekas dengan kain tenun khas Mandar menjadi produk ready to wear yang menyasar kalangan generasi muda.
“Target marketnya Gen Z karena Gen Z kurang minat kalau beli dalam bentuk kain, mereka lebih suka beli yang ready to wear,” ujar Rezky, Sabtu (23/5/2026)
Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari upaya mengangkat kembali minat masyarakat terhadap tenun lokal melalui pendekatan yang lebih modern dan ramah lingkungan. Bahan denim yang tidak terpakai diolah kembali dan dipadukan dengan tenun Mandar sehingga menghasilkan produk fesyen bernilai tambah.
Selain menghadirkan konsep upcycle, Rezky juga melakukan inovasi pada bahan baku tenun yang digunakan. Jika sebelumnya para perajin banyak menggunakan benang sintetis atau benang pabrikan, kini Warisan Tenun Negeri mulai beralih menggunakan benang katun alami.
“Kalau inovasi yang sudah dilakukan, mengganti benang sintetis ke benang Katun. Jadi selama ini Tenun Mandar kurang diminati di pasar nasional karena bahan baku yang digunakan tidak lagi alami (pakai benang pabrikan),” sebutnya.
Ia menjelaskan, penggunaan benang katun membuat proses produksi menjadi lebih panjang karena harus melalui tahapan pewarnaan terlebih dahulu. Namun, langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenun Mandar di pasar nasional.
“Jadi sejak tahun lalu kuganti benangku pakai benang Katun. Proses pembuatannya memang lebih lama ketika menggunakan benang Katun dibandingkan benang pabrikan, karena kalau pakai benang Katun harus melalui proses pewarnaan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mempresentasikan inovasi produk mereka di hadapan sejumlah penilai nasional. Salah satu juri yang hadir yakni desainer dan pemerhati wastra Indonesia, Wignyo Rahadi dari Citra Nusa.
Ajang Championship Inovasi Wastra Nusantara dan Kurasi KKI menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperluas peluang pasar produk wastra lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (ajs)





