Anjungan Sulbar di TMII Jadi Lokasi Edukasi Budaya Mahasiswi UNESA

oleh

Jakarta, Mesakada.com — Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menerima kunjungan edukasi budaya dari rombongan “Arek Suroboyo” mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan laporan mata kuliah Fakultas Teknik Program Studi Pendidikan Tata Rias UNESA.

Rombongan mahasiswi menempuh perjalanan darat dari Surabaya menuju Jakarta sebagai bagian dari semangat mempelajari budaya daerah secara langsung, khususnya budaya Sulawesi Barat. Metode pembelajaran lapangan seperti ini dinilai efektif karena peserta dapat melihat dan mengamati objek budaya secara nyata.

Selama berada di Anjungan Provinsi Sulawesi Barat, para mahasiswi mengikuti seluruh tahapan standar operasional prosedur (SOP) kunjungan edukasi budaya. Pihak anjungan menegaskan seluruh pengunjung mendapatkan pelayanan publik yang sama tanpa membedakan asal daerah maupun status pengunjung.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta melakukan observasi dan pengumpulan data terkait prosesi adat pernikahan, pakaian adat pernikahan, hingga pakem tata rias pengantin khas Sulawesi Barat. Mereka juga menikmati berbagai display budaya yang ditampilkan di anjungan.

Salah satu mahasiswi UNESA, Melza mengaku terkesan dengan tampilan dan kelengkapan informasi budaya yang tersedia.

“Display Anjungan Provinsi Sulawesi Barat sangat cantik, rapi, dan tertata dengan baik, khususnya display pakaian pernikahan dan pakaian adat khas dari setiap kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. Kami juga mendapatkan data dan informasi yang lengkap terkait ritual adat pernikahan, pakaian adat, hingga pakem tata rias pengantin untuk melengkapi laporan tugas kuliah kami,” kata Melza.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma menyampaikan, pihaknya terus mendorong konsep edukasi budaya yang lebih modern dan interaktif melalui dukungan digitalisasi informasi budaya.

“Kami ingin setiap kunjungan edukasi budaya di Anjungan Provinsi Sulawesi Barat tidak hanya menjadi kunjungan biasa, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih modern melalui dukungan digitalisasi informasi budaya. Hal ini diharapkan dapat mendukung kurikulum pendidikan nasional sekaligus memperkuat promosi, inovasi, dan pelestarian seni budaya Sulawesi Barat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan Program Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.