Tamatan Sarjana Jadi Kelompok Pengangguran Tertinggi di Sulbar

oleh
IST

Mamuju, Mesakada.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat mencatat lulusan perguruan tinggi masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi di Sulbar. Pada Februari 2026, pengangguran dari tamatan Diploma IV, S1, S2, dan S3 mencapai 4,60 persen, lebih tinggi dibanding seluruh jenjang pendidikan lainnya.

Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, menyebut data Sakernas Februari 2026 menunjukkan, lulusan perguruan tinggi menjadi kelompok pendidikan yang paling sulit terserap pasar kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran terendah justru berada pada lulusan SMP dengan TPT sebesar 1,62 persen.

Secara umum, TPT Sulbar pada Februari 2026 tercatat sebesar 2,93 persen atau turun 0,24 poin persen dibandingkan Februari 2025. Angka itu berarti terdapat sekitar tiga penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja.

Selain didominasi lulusan perguruan tinggi, pengangguran juga paling banyak terjadi pada kelompok usia muda 15–24 tahun. TPT kelompok usia tersebut mencapai 16,36 persen, jauh di atas rata-rata provinsi.

Berdasarkan wilayah, pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibanding perdesaan. TPT perkotaan tercatat 4,12 persen, sedangkan perdesaan 2,51 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya tingkat pendidikan belum sepenuhnya menjamin kemudahan memperoleh pekerjaan. Lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan dalam memasuki pasar kerja, meski secara keseluruhan tingkat pengangguran di Sulbar mengalami penurunan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.