Mamuju, Mesakada.com — Penumpang pesawat di Mamuju tujuan Makassar dan Balikpapan serta sebaliknya, kian menipis. Kondisi itu membuat jadwal penerbangan tidak lagi menentu.
Untuk meningkatkan konektivitas udara antara Mamuju dan Makassar, Pemprov Sulbar Sulbar, tengah memfinalisasi skema subsidi penerbangan.
Maskapai yang nantinya disubsidi adalah Wings Air. Rencana ini ditargetkan mulai berjalan secepatnya, bahkan bisa dimulai pada Juni 2025.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulbar, Maddaresski Salatin mengatakan, bahwa subsidi akan diberikan dalam bentuk pembiayaan kursi kosong jika jumlah penumpang dalam satu penerbangan di bawah ambang batas tertentu.
“Rencana kita subsidi seat. Gubernur telah komunikasi dengan Gubernur Sulsel. Saya juga sudah komunikasi dengan Dishub Sulsel, pada prinsipnya kita siap mensubsidi penerbangan. Jadi yang kita subsidi itu Wings Air, sementara maskapai Batik Air tetap jalan di hari yang tidak ada Wings,” jelas Maddaresski, saat dikonfirmasi, Jumat 23 Mei.
Skema subsidi ini mengacu pada jumlah minimal penumpang sekitar 70 persen dari kapasitas pesawat. Dengan kapasitas pesawat Wings Air sekira 72 kursi, maka subsidi akan diberikan jika jumlah penumpang di bawah 50 orang.
“Seat Wings-kan 72 kursi, jadi sekitar 50-an itu bisa terbang. Tapi kalau kurang dari itu, kita subsidi. Kita kerja sama dengan Sulsel. Sulsel subsidi penumpang dari Makassar ke Mamuju, kita dari Mamuju ke Makassar,” tambahnya.
Saat ini, rencana tersebut tengah dalam tahap koordinasi lebih lanjut, termasuk pertemuan dengan otoritas bandara dan Gubernur Sulbar. Pihak Dishub juga berencana menjalin komunikasi dengan pihak Lion Air Group.
“Kita akan bertemu, kepala bandara dengan gubernur sebentar malam. Kita juga rencana komunikasi dengan pihak Lion Air,” ungkap Maddaresski.
Untuk saat ini, penerbangan ke dan dari Mamuju dilayani tiga kali seminggu, termasuk rute ke Balikpapan dan Makassar. Pemerintah berharap dengan adanya subsidi ini, frekuensi penerbangan dapat meningkat hingga tersedia setiap hari.
“Rencana kita target secepatnya subsidi ini jalan, kalau bisa Juni. Kita tunggu konfirmasi dari pihak Lion Air untuk tanda tangan MoU,” tutupnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) dengan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman, telah bertemu di Rujab Gubernur Sulsel, Senin 12 Mei, malam.
Pertemuan tetap muka itu membahas lesunya aktivitas penerbangan Mamuju-Makassar dan sebaliknya. Kondisi ini dapat mengancam keberlangsungan perekonomian di Sulbar.
“Saya mengeluhkan tentang tidak rutinnya penerbangan ke Sulbar, dari Makassar-Mamuju dan sebaliknya. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman cukup apresiasi dan siap membantu dengan subsidi silang antara dua pemprov,” kata SDK, kepada Mesakada.com. (*)







