Mamuju, Mesakada.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar menegaskan bahwa tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang bisa disembuhkan asalkan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Pemerintah juga telah menyediakan obat TBC secara gratis bagi seluruh pasien.
Kepala Dinkes Sulbar, dr Nursyamsi Rahim mengatakan, tantangan terbesar dalam upaya penanggulangan TBC saat ini bukan lagi ketersediaan layanan kesehatan atau obat-obatan, melainkan stigma yang masih melekat di tengah masyarakat.
“Hal yang paling menjadi tantangan kita itu adalah stigma masyarakat. Karena TBC itu kan bisa diobati. Yang penting mau berobat sampai tuntas itu pasti sembuh. Dan obatnya juga tidak dibayar. Obatnya gratis, disediakan oleh pemerintah,” kata dr Nursyamsi, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap TBC sebagai penyakit yang memalukan, aib keluarga, bahkan tidak dapat disembuhkan. Anggapan tersebut membuat sebagian penderita enggan memeriksakan diri atau menjalani pengobatan secara terbuka.
Untuk mengatasi persoalan itu, penanganan TBC kini ini melibatkan berbagai unsur masyarakat hingga Bhabinkamtibmas, remaja masjid, karang taruna, tokoh agama hingga tokoh masyarakat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi sekaligus mendampingi pasien agar tetap menjalani pengobatan.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Dinkes Sulbar mencatat semakin banyak kontak erat pasien TBC yang bersedia diperiksa dan menerima pengobatan pencegahan. Kesadaran masyarakat untuk menjalani terapi juga terus meningkat dibandingkan sebelumnya.
dr Nursyamsi menjelaskan, kasus TBC yang dirujuk ke rumah sakit umumnya merupakan pasien yang datang dalam kondisi sudah cukup berat akibat terlambat mendapatkan penanganan. Karena itu, ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak takut atau malu memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC, sebab penyakit tersebut dapat disembuhkan dan seluruh pengobatannya disediakan secara gratis oleh pemerintah.






