Mamuju, Mesakada.com — Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. Nasaruddin Umar, dijadwalkan bertandang ke Mamuju dan mengikuti sejumlah agenda. Salah satunya peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Mamuju.
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar kini mematangkan berbagai persiapan menyambut kunjungan tersebut. Persiapan dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan jajaran pejabat administrator dan para Ketua Tim Kerja lingkup Kanwil Kemenag Sulbar.
Kakanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota mengikuti rapat secara daring, sementara jajaran lainnya hadir secara luring. Pembahasan mencakup kesiapan teknis, pembagian tugas, hingga koordinasi antarunit untuk memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan tertib.
Peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren di Desa Botteng menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus. Pembangunan tersebut diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan sekaligus menyediakan ruang pembinaan generasi muda di Sulawesi Barat.
Pesantren tidak hanya diarahkan sebagai tempat penguatan pendidikan agama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kemandirian generasi muda. Pengembangan pendidikan pesantren juga diharapkan dapat semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Selain agenda di Botteng, Menag Nasaruddin dijadwalkan mengikuti pembinaan ASN Kemenag di Masjid Nurul Amalah H. Laumma. Agenda tersebut menjadi ruang penguatan profesionalisme, integritas, dan orientasi pelayanan bagi ASN Kemenag di Sulbar.
Rangkaian kunjungan kemudian dijadwalkan berlanjut pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Adnan pun meminta seluruh jajaran memastikan setiap agenda dipersiapkan secara detail, termasuk kesiapan lokasi, teknis pelaksanaan, penerimaan tamu, serta koordinasi lintas pihak.
Kunjungan Menteri Agama diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat program pendidikan keagamaan dan pelayanan Kementerian Agama di Sulbar. (*)





