Mamuju Tuan Rumah Kejurnas Bridge ke-60, KONI Sulbar Dorong Pembinaan Atlet

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi panggung Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge ke-60 yang dirangkaikan dengan Kongres Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) ke-27 Tahun 2026 di Mamuju. Dua agenda nasional tersebut mulai berlangsung Kamis (17/9/2026) dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua KONI Sulbar, Syamsul Samad, mengapresiasi Pengprov GABSI Sulbar yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan tersebut. Saat membacakan sambutan Ketua KONI Pusat, Syamsul menyebut kehadiran peserta dari berbagai daerah tidak hanya menjadi momentum bagi perkembangan olahraga bridge di Sulbar, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

“Kami dari KONI, termasuk KONI Pusat, khususnya KONI Provinsi Sulbar, mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Pengprov GABSI Sulbar yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Bridge ke-60 yang dirangkaikan dengan Kongres ke-27 di Mamuju,” ujar Syamsul.

Menurutnya, sedikitnya 21 provinsi dan lebih dari 30 kabupaten/kota ambil bagian dalam agenda tersebut. Para peserta juga akan berada di Mamuju selama kurang lebih satu pekan.

“Bayangkan, sementara ini 21 provinsi, lebih dari 30 kabupaten atau kota hadir di Mamuju, hadir di Sulbar. Itu artinya akan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan ekonomi kita,” katanya.

Syamsul menilai kepercayaan menjadikan Sulbar sebagai tuan rumah harus dijawab dengan penyelenggaraan yang maksimal. Ia berharap seluruh rangkaian Kejurnas dan Kongres GABSI berjalan sukses tanpa kendala.

“Saya berharap Kejurnas ini harus sukses. Tidak boleh ada celah lagi, tidak boleh ada cacat proses. Harus sukses, kongresnya sukses, kemudian pelaksanaannya sukses,” tegasnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurnas Bridge ke-60 disebut memiliki peran penting dalam proses pembinaan dan evaluasi prestasi atlet. Sementara Kongres GABSI menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja, tata kelola organisasi, sekaligus merumuskan strategi pembinaan bridge ke depan.

“Prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus melalui pembinaan yang berjenjang, kompetisi yang berkesinambungan, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan olahraga,” demikian pesan Ketua KONI Pusat yang dibacakan Syamsul.

Dalam sambutan tersebut, bridge disebut sebagai cabang olahraga yang membutuhkan kecermatan berpikir, konsentrasi, kemampuan menyusun strategi, serta ketepatan dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai itu dinilai penting dalam membentuk karakter dan sumber daya manusia yang unggul.

Para atlet yang berlaga di Kejurnas diharapkan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan. Sportivitas, persahabatan, dan rasa saling menghormati juga ditekankan selama kompetisi.

“Menang dan kalah merupakan bagian dalam pertandingan. Yang terpenting adalah mampu mengambil pelajaran dari setiap pertandingan, melakukan evaluasi, dan terus berusaha mencapai prestasi yang lebih tinggi,” pesannya.

Pembinaan atlet usia muda juga menjadi perhatian dalam pengembangan olahraga bridge nasional. GABSI diharapkan memperkuat pembinaan mulai dari tingkat akar rumput serta meningkatkan sosialisasi bridge untuk menjaring bibit atlet potensial dari berbagai daerah.

Pembinaan yang konsisten dan kompetisi berkualitas diharapkan dapat melahirkan atlet bridge Indonesia yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga bersaing di kancah internasional. Syamsul kembali menegaskan bahwa kepercayaan menjadikan Sulbar sebagai tuan rumah Kejurnas Bridge ke-60 dan Kongres GABSI ke-27 merupakan kesempatan penting bagi daerah.

“Karena itu, sekali lagi kami berterima kasih karena Provinsi Sulbar ini ditunjuk menjadi tuan rumah. Mudah-mudahan insyaallah kami sukses melaksanakan itu di Sulbar,” tuturnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.