Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar meraih penghargaan sebagai juara pertama tingkat Sulawesi dalam upaya penurunan angka pengangguran. Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut.
Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pelaku usaha dalam menciptakan lapangan kerja.
“Saya bersyukur, kami bisa mendapat anugerah juara satu untuk kawasan se-Provinsi Sulawesi dalam rangka upaya penurunan angka pengangguran,” kata SDK, Sabtu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, persoalan pengangguran menjadi tantangan utama yang dihadapi setiap daerah. Karena itu, penghargaan yang diraih Sulbar menjadi bukti keberhasilan berbagai inovasi dan kerja sama yang telah dijalankan.
“Penghargaan ini adalah bukti kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang melakukan berbagai inovasi bersama enam kabupaten di Sulawesi Barat, serta dukungan para pelaku usaha dalam membuka lapangan kerja,” ujarnya.
SDK berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pemerintah, khususnya dalam menekan angka kemiskinan dan memperkuat sektor ketenagakerjaan.
Menurutnya, angka kemiskinan di Sulbar saat ini telah berada di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan berbagai langkah untuk menurunkannya lebih lanjut.
“Anugerah ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja. Walaupun angka kemiskinan Sulawesi Barat saat ini sudah berada di bawah angka nasional, kami tetap harus berupaya lebih keras untuk menurunkan angka kemiskinan,” ungkapnya.
Selain menekan pengangguran, Pemprov Sulbar juga berupaya menjaga keberlangsungan pekerjaan masyarakat dengan memperkuat perlindungan tenaga kerja dan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Sekaligus kami berupaya melindungi angkatan kerja agar dapat bekerja dengan baik dan tidak terputus, sehingga tidak terjadi PHK,” pungkasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah provinsi, enam pemerintah kabupaten, dunia usaha, dan seluruh masyarakat Sulawesi Barat.
“Saya kira ini adalah anugerah bagi rakyat Sulawesi Barat. Bukan untuk saya, tetapi untuk kita semua,” tuturnya. (rls)







