Manado, Mesakada.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 di Manado. Dalam kunjungannya, ia melihat kerusakan bangunan di kawasan Gedung KONI (Hall B) serta permukiman warga untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Saat berada di lokasi pada 3 April, Suharyanto juga berdialog dengan warga dan mendengarkan langsung kesaksian detik-detik gempa yang memicu kepanikan, hingga menyebabkan satu korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan pemulihan tempat tinggal warga terdampak. Suharyanto menegaskan, rumah-rumah yang mengalami kerusakan akan mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah dengan skema yang telah diterapkan di berbagai daerah bencana.
“Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Rumah rusak ringan dan sedang akan direhabilitasi, sementara yang rusak berat akan dibangun kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, mekanisme bantuan akan disesuaikan dengan pengajuan serta kemampuan fiskal daerah. Jika diperlukan, pemerintah pusat melalui BNPB akan mengambil alih proses pembangunan kembali rumah warga yang rusak berat.
Selain itu, pemerintah juga memastikan hak korban tetap terpenuhi. Kementerian Sosial Republik Indonesia telah memonitor pemberian santunan bagi ahli waris korban jiwa sesuai ketentuan yang berlaku. (*)






