Belajar dari YouTube, Santri Makassar Temukan Celah Kritis di Sistem NASA

oleh

Makassar, Mesakada.com — Muhammad Al Hindawi (19), santri kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar, berhasil menemukan dan melaporkan celah keamanan siber pada sistem milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan University of Melbourne. Celah yang ditemukan telah divalidasi oleh tim keamanan masing-masing institusi.

Temuan tersebut berupa SQL Injection yang dilaporkan melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd. Al Hindawi tercatat menemukan dua celah keamanan pada sistem NASA dan satu celah pada sistem University of Melbourne. 

Atas temuannya, ia memperoleh Letter of Recognition (LOR) dari NASA serta konfirmasi validasi dari tim Cyber Operations University of Melbourne. Menariknya, Al Hindawi baru sekitar empat hingga lima bulan mempelajari cybersecurity. 

Kemampuan tersebut diasah secara otodidak melalui berbagai tutorial di YouTube dan dengan mempelajari laporan riset keamanan siber dari peneliti lain di Bugcrowd. Dalam proses pencarian celah, Al Hindawi mengaku menggunakan sejumlah perangkat untuk melakukan pemetaan sistem.

“Saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain, lalu mengecek status response code-nya menggunakan httpx. Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection,” ujar Al Hindawi.

Sebelum menemukan celah pada sistem institusi internasional, Al Hindawi juga pernah menguji keamanan sistem milik Pondok Pesantren Al Imam Ashim, tempatnya menimba ilmu. Temuan tersebut menunjukkan bagaimana pembelajaran secara mandiri dapat menjadi pintu bagi talenta muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang cybersecurity dan berkontribusi dalam mengidentifikasi kerentanan pada sistem digital melalui jalur pelaporan resmi. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.