Mamuju, Mesakada.com — Wacana pembentukan Kabupaten Balanipa kembali menguat saat Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menghadiri Kongres Rakyat Balanipa Mandar yang digelar di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfud, Desa Leko Padis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (4/4/2026).
Dalam sambutannya, SDK menegaskan bahwa Balanipa merupakan bagian dari sejarah panjang Mandar. Ia menyebut wilayah tersebut telah berdiri sebagai sebuah kerajaan sejak abad ke-17 di bawah kepemimpinan I Manyambungi.
“Sesungguhnya Balanipa ini adalah fakta. Sudah menjadi sebuah kerajaan sebelum kemerdekaan. Perjuangan kita hari ini adalah mengembalikan fakta itu,” ujar SDK.
Ia menambahkan, perjuangan pembentukan daerah otonomi baru tersebut telah berlangsung lama dan kini berada pada ranah kebijakan nasional. Pemerintah Provinsi Sulbar, kata dia, siap memberikan dukungan, terutama dalam melengkapi dokumen administrasi seperti naskah akademik.
“Kalau naskah akademiknya sudah diperbarui dan diajukan ke provinsi, maka akan kami proses bersama DPRD untuk mendapatkan persetujuan gubernur,” jelasnya.
Suhardi Duka juga optimistis peluang pembentukan Kabupaten Balanipa dapat terwujud, mengingat adanya dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga jejaring di tingkat pusat.
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, menyebut Kongres Rakyat Balanipa sebagai momentum bersejarah. Ia menilai pemekaran daerah dapat mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.
“Pemekaran daerah itu baik untuk mempercepat pembangunan. Ini momentum bagi kita semua untuk bersatu memperjuangkannya,” kata Samsul.
Ketua Komite Aksi Pembentukan (KAP) Kabupaten Balanipa, Mujirin M Yamin, menyampaikan bahwa rangkaian kongres telah berlangsung selama tiga hari dan mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.
Menurutnya, Balanipa merupakan salah satu wilayah bersejarah di Mandar yang hingga kini belum terbentuk menjadi kabupaten, meskipun memiliki potensi sumber daya yang besar.
“Balanipa ini punya sejarah panjang dan potensi yang besar. Karena itu, kita harus terus bersatu memperjuangkan pembentukannya,” ujarnya.
Adapun wilayah yang diusulkan masuk dalam Kabupaten Balanipa meliputi tujuh kecamatan, yakni Luyo, Campalagian, Balanipa, Tinambung, Alu, Limboro, dan Tutar.
Dalam kongres tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti sebagai bentuk komitmen bersama oleh Gubernur Sulbar, Bupati Polewali Mandar, serta KAP Balanipa yang disaksikan masyarakat. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa terus berlanjut menuju tahap berikutnya. (*)






