Mamuju, Mesakada.com — Pemprov Sulbar menyerahkan sertifikat dari Tsinghua University kepada alumni Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) Tahun 2025, Jumat (10/4/2026).
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam rangkaian kegiatan Musrenbang RKPD 2027 di Kantor Gubernur Sulbar.
Kepala Dinas Kominfo SP Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menjelaskan bahwa sertifikat tersebut baru dapat diserahkan karena dokumennya sebelumnya masih dalam proses pengiriman dari pihak universitas di China.
Menurutnya, sertifikat tersebut dikirim dari Tsinghua University ke Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital sebelum akhirnya diterima oleh Pemprov Sulbar.
“Penyerahan sertifikat ini memang baru bisa dilakukan sekarang karena dokumennya baru tiba,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, pelatihan Digital Leadership Academy telah dilaksanakan pada November 2025, namun proses administrasi sertifikat membutuhkan waktu hingga awal 2026.
Penyerahan dilakukan kepada empat orang perwakilan dari total sekitar 45 peserta yang dinyatakan lulus dari program tersebut.
Ridwan menjelaskan, pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan digital, khususnya bagi pejabat pimpinan tinggi pratama atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, pemahaman pimpinan terhadap transformasi digital menjadi faktor kunci dalam mendorong modernisasi layanan publik berbasis teknologi.
“Yang ditekankan bukan teknis, tapi bagaimana dari sisi manajerial pimpinan mampu mendorong digitalisasi layanan di instansinya,” jelasnya.
Program Digital Leadership Academy sendiri merupakan inisiatif dari Kementerian Komunikasi dan Digital yang telah berjalan sekitar lima tahun dan dilaksanakan secara bergilir di berbagai provinsi.
Sulbar menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut pada 2025, di tengah keterbatasan kuota dan anggaran.
Adapun pelatihan berlangsung selama 18 hari, dengan kontribusi materi dari Tsinghua University sebanyak 30 jam pelajaran dalam bentuk pendidikan dan pelatihan intensif. (*)





