Makassar, Mesakada.com — Selain pertunjukan teater rakyat, Festival Teater Cerita Rakyat Sulsel 2026 juga menghadirkan Pameran Benda Pusaka yang diikuti 20 komunitas pelestari pusaka dan sejarah budaya dari berbagai daerah.
Pameran tersebut menampilkan beragam koleksi benda pusaka seperti badik, keris, perlengkapan adat, manuskrip tua, hingga artefak budaya yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Panitia menjelaskan bahwa keterlibatan komunitas pusaka menjadi bagian penting dari festival karena pertunjukan seni dan benda pusaka memiliki hubungan erat dalam membangun ingatan budaya masyarakat.
Beberapa komunitas yang terlibat antara lain Lembaga Pakarena pusaka leluhu nusantara. (LPPLN), Persaudaran Monta Bassi, Laskar Celebes
Indonesia, Laskar Bori Sallo Deppasawi, LBC Gowa, Lipang Bajeng, PUSAKA, SPI, Punggawa Kunjung Mange, Badan Seni Budaya legend kiwal Garuda Hitam, Karpet Kuning, Bija Mangkasara, DPD Lembaga Monta Bassi Gowa, DPP Lembaga Monta Bassi Celebes, PBM, Laskar 99 bawa
karaeng, Monta Bassi tu gowa, Kontu Tojeng, DPK Monta Bassi Kota Makassar, Gabungan Lapak Pusaka Makassar
Pameran ini menarik perhatian pengunjung karena tidak hanya menampilkan benda koleksi, tetapi juga menghadirkan penjelasan sejarah dan filosofi dari setiap pusaka.
Sejumlah komunitas juga menampilkan busana adat dan memperagakan tata cara penggunaan benda pusaka dalam tradisi masyarakat Bugis-Makassar.
Panitia berharap pameran tersebut dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya material yang selama ini mulai terpinggirkan. (*)







