Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) menegaskan Pancasila bukan sekadar rumusan hukum atau politik, melainkan kristalisasi nilai luhur, adat istiadat, budaya, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia yang telah hidup jauh sebelum kemerdekaan.
“Pancasila lahir dari akar budaya bangsa yang mampu mempersatukan bangsa yang berbeda-beda ini, berbeda akar budaya, pulau, suku dan bahasa,” kata SDK saat membuka Pameran Budaya Pancasila 2026 di Rumah Adat Mamuju, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, memandang Pancasila dalam lensa budaya berarti menjadikannya sebagai fondasi kepribadian bangsa yang dinamis dan mampu menuntun kehidupan sosial masyarakat sesuai tradisi luhur bangsa.
Ia juga menyinggung perjalanan panjang Pancasila yang kerap diuji oleh berbagai bentuk penyelewengan maupun pengkhianatan ideologi.
“Pancasila menanamkan harapan akan masa depan bangsa. Dalam perjalanannya sering diuji dalam berbagai bentuk, baik penyelewengan maupun pengkhianatan,” katanya.
SDK menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan, mulai dari penyusunan undang-undang hingga kebijakan di semua jenjang pemerintahan.
“Kita ingin agar Pancasila diwujudkan dalam bentuk program pembangunan untuk mensejahterakan seluruh bangsa Indonesia,” lanjutnya.
Selain itu, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulbar tersebut mengingatkan bahwa pemahaman terhadap Pancasila tidak boleh hanya dimaknai sebagai kewajiban formal, tetapi harus menjadi proses budaya yang diwariskan kepada generasi penerus.
“Ideologi kita adalah Pancasila dan Pancasila yang mempersatukan kita,” ucapnya.
SDK juga menyoroti masih adanya perdebatan di tengah masyarakat mengenai siapa yang paling Pancasilais, baik pemerintah maupun rakyat. Karena itu, ia berharap seluruh elemen bangsa dapat menjadikan nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan kita bersama sebagai pemerintah, TNI-Polri, swasta dan siapapun kita tentunya ingin supaya pemahaman kita terhadap Pancasila ini lebih bermakna di dalam tingkah laku kita sehari-hari,” pungkasnya. (*)





