Mamuju, Mesakada.com — Penutupan akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Adi-Adi oleh warga sejak Minggu kemarin, menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Mamuju. Kondisi ini paling terasa di kawasan pasar dan pinggir jalan, sehingga meresahkan masyarakat.
Kepala Bidang Kebersihan DLHK Mamuju, Marseni, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut penutupan sudah berlangsung sejak hari Minggu.
“Masyarakat Adi-Adi yang tutup di atas UTPA. Mereka tidak mengizinkan kita masuk membuang. Sudah sejak hari Minggu ditutup,” kata Marseni, Selasa (21/4/2026).
Marseni menjelaskan, dampak penutupan ini membuat puluhan kendaraan pengangkut sampah tertahan tanpa tujuan pembuangan. Bahkan, sejumlah armada roda tiga juga ikut terdampak.
Akibatnya, sampah yang tidak terangkut mulai menumpuk di permukiman warga hingga pusat kota, terutama di kawasan pasar yang kini menjadi titik paling terdampak dan dikeluhkan masyarakat.
Sementara itu, Kepala UPTD TPA Adi-Adi, Muh Wajidi Azhar, mengungkapkan bahwa aksi penutupan dilakukan warga karena adanya janji pemerintah yang belum terealisasi.
Menurutnya, warga menuntut pengadaan mesin pengolahan sampah serta tambahan armada truk pengangkut, yang disebut-sebut sudah dijanjikan sejak lama.
“Janji itu sudah ada sejak lama, bahkan diperkirakan sejak 2009-2010 sebelum kami menjabat di DLHK,” jelasnya.
Wajidi menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan negosiasi intensif dengan warga untuk mencari solusi agar akses ke TPA bisa kembali dibuka.
“Saya sekarang ini lagi di rumah Pak Desa bersama dengan koordinator aksi. Kami sedang melakukan koordinasi intensif di sini,” pungkasnya. (ajs)





