Mamasa, Mesakada.com — Masyarakat di Kabupaten Mamasa menduga hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut berkaitan dengan aktivitas hujan buatan yang dilakukan oleh PLN Unit Pembangkitan (UP) Bakaru.
Dugaan itu mencuat setelah sejumlah wilayah di Mamasa dilanda banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi hal tersebut, pihak PLN UP Bakaru membantah bahwa saat ini tengah melakukan hujan buatan.
Fungsional Ahli PLN UP Bakaru, Bobot Hery menjelaskan, kegiatan hujan buatan terakhir dilakukan pada tahun 2025. Sementara untuk tahun ini, PLN belum melaksanakan operasi serupa karena kondisi curah hujan dinilai masih cukup baik.
“Untuk hujan buatan, sebelum dilaksanakan ada sosialisasi dan koordinasi dengan bagian terkait termasuk Bupati, Polres, Dandim, camat hingga kepala desa,” ujar Bobot Hery, Sabtu (23/5/2026).
Ia menegaskan, apabila kegiatan hujan buatan dilakukan, maka akan ada pemberitahuan resmi kepada seluruh pihak terkait di daerah. Menurutnya, PLN juga telah menyampaikan dugaan masyarakat tersebut kepada BMKG dan saat ini masih menunggu tanggapan resmi dari lembaga tersebut.
Sementara itu, tingginya curah hujan di Mamasa dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sejumlah titik terdampak banjir dan longsor, sehingga memicu keresahan warga. (iki)







