Mamuju, Mesakada.com — Area Blankspot di Sulbar perlahan-lahan mulai dituntaskan. Tahun ini ada 90 titik akan tersentuh jaringan internet. Per titik menelan anggaran Rp 37 juta dari APBD Sulbar.
Program ini merupakan bagian dari visi misi gubernur Sulbar dan wakil gubernur Sulbar. Total ada 384 titik Blankspot di Sulbar yang akan diselesaikan hingga tahun 2028.
Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfo Perss) Sulbar, Mustari Mula mengatakan, sejumlah titik Blankspot yang diintervensi adalah kawasan area kantor desa, sekolah dibawa kewenangan provinsi, seperti SMK, SMA dan SLB, serta Puskesmas dan UPTD.
“Nah dari 384 titik ini, insya Allah dalam empat tahun ke depan bisa dituntaskan. Jadi mulai dari 2025, 2026, 2027 dan 2028. Khusus untuk tahun 2025 ini ada 90 titik yang akan diintervensi. Terutama khusus untuk SMA, SMK, SLB, puskesmas dan desa. Sekolah yang menjadi prioritas adalah sekolah SMK misalnya yang ada memiliki jurusan multimedia dan tidak ada internet, itu yang menjadi prioritas,” kata Mustari, saat diwawancarai, Selasa 10 Juni.
Khusus dalam 100 hari kerja gubernur dan wakil gubernur, Mustari mengaku, sudah ada 30 titik Blankspot yang diintervensi. 15 titik di Kabupaten Mamasa dan 15 titik di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
“Ini sudah berjalan, sudah ada pemasangan. Insya Allah di tanggal 16 Juni untuk 30 spot pertama ini akan diluncurkan. Itu tersebar ke titik di desa yang betul-betul Blankspot, tidak ada jaringan internet, baik melalui jaringan seluler maupun melalui jaringan fiber optik, terutama juga jaringan melalui teknologi,” ungkapnya.
Pemprov Sulbar, lanjut dia, telah menyiapkan anggaran sekria Rp 3 miliar untuk membiayai pemasangan jaringan internet di 90 titik Blankspot.
“Kalau anggaran yang disiapkan, khusus untuk di tahun 2025, itu per titiknya Rp 37 juta, sudah termasuk instalasi, biaya, stimulan satu tahun. Nah Rp 37 juta ini dikali 90 titik sekitar Rp 3 miliar,” pungkasnya. (*)







