Kejurprov Esports Sulbar Jadi Seleksi Atlet Menuju Pra-PON 2027

oleh
Screenshot

Mamuju, Mesakada.com – Kejuaraan Esports Provinsi (Kejurprov) Sulawesi Barat (Sulbar) 2026 menjadi salah satu tahapan pembinaan dan penjaringan atlet untuk menghadapi Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2027 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Kejurprov yang berlangsung selama tiga hari di Maleo Town Square, Mamuju, tersebut diikuti sekitar 450 atlet dari enam kabupaten di Sulbar. Para peserta bertanding dalam empat kategori gim, yakni Mobile Legends, E Football, Free Fire, dan PUBG Mobile.

Ketua Harian Esports Indonesia (ESI) Sulbar, Khalil Gibran mengatakan, Kejurprov tersebut digelar menyusul tidak terlaksananya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulbar.

“Alhamdulillah kegiatan ini mengganti kegiatan Porprov yang tidak dilaksanakan. Arahan dari Ketua KONI, kita akan melaksanakan masing-masing cabor untuk melakukan Kejurprov, dan hari ini kita melakukannya,” kata Khalil Gibran.

Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi rujukan ESI Sulbar dalam memetakan potensi atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Pra-PON 2027.

“Insya Allah ini menjadi rujukan kita untuk menghadapi Pra-PON di tahun 2027,” ujarnya.

Khalil mengatakan, seluruh enam kabupaten di Sulbar mengirimkan atlet dalam Kejurprov tersebut. Polewali Mandar (Polman) dan Mamuju menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak.

Atlet yang tampil dalam Kejurprov nantinya akan masuk dalam proses pembinaan ESI Sulbar. Mereka akan dipantau untuk membentuk tim yang dipersiapkan menghadapi agenda olahraga nasional.

“Kita ini menuju ke Pra-PON. Ketua Umum KONI sudah menegaskan bahwa atlet kita yang berlaga dalam Kejurprov ini akan menghasilkan atlet yang bisa menyumbangkan medali untuk Provinsi Sulbar,” ungkapnya.

Di sisi lain, Khalil menilai perkembangan esports di Sulbar terus menunjukkan antusiasme yang tinggi. Menurutnya, esports tidak lagi hanya berkembang di wilayah perkotaan, tetapi telah menjangkau desa hingga pelosok daerah.

“Ini yang luar biasa. Bayangkan dari pelosok dusun, desa yang ada di seluruh Provinsi Sulbar, semua itu main esports. Bahkan bapak-bapak, ibu-ibu semuanya penggemar esports,” tuturnya.

ESI Sulbar mencatat jumlah pengguna esports di Sulbar mencapai sekitar 27.600 orang. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk mengembangkan esports tidak hanya sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan prestasi bagi generasi muda.

ESI Sulbar juga menggandeng Polda Sulbar dan Polresta Mamuju untuk mendorong pemanfaatan esports dan internet ke arah yang positif.

“Kita bekerja sama dengan Polda Sulbar, kita kerja sama dengan Polresta Mamuju untuk esports ini dibawa positif,” pungkas Khalil.

Menurutnya, pemanfaatan esports secara positif juga dapat menjadi sarana edukasi bagi anak muda di tengah maraknya informasi negatif dan hoaks di media sosial.

“Kita ingin terapkan bagaimana internet menjadi nilai positif bagi anak muda di Sulbar,” tutupnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.