Mamuju, Mesakada.com – Kepemimpinan Polda Sulbar berganti. Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dimutasi dari jabatan Kapolda Sulbar dan digantikan Irjen Pol Totok Suharyanto. Pergantian tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/Kep./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Dalam mutasi tersebut, Irjen Pol Adi Deriyan mendapat penugasan sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri dengan penugasan khusus pada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Irjen Pol Adi Deriyan sebelumnya menjabat Kapolda Sulbar sejak 5 Agustus 2025. Selama memimpin Polda Sulbar, sejumlah kegiatan yang menonjol di antaranya program sosial dan pendekatan kemasyarakatan, seperti Jumat Berkah, bakti sosial serta pembinaan anak yatim.
Kini posisi tersebut diisi Irjen Pol Totok Suharyanto. Irjen Pol Totok sebelumnya menjabat Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri sejak 27 Februari 2026.
Sebelum menjadi Kakortastipidkor, Irjen Pol Totok menjabat Direktur Penindakan Kortastipidkor Polri. Pengalamannya di bidang penindakan tindak pidana korupsi menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebelum mendapat tugas memimpin Polda Sulbar.
Selama menjabat Kakortastipidkor, Irjen Pol Totok memimpin sejumlah operasi penegakan hukum, termasuk penggeledahan di sejumlah lokasi dalam perkara dugaan korupsi. Salah satu perkara yang ditangani Kortastipidkor juga menyeret Bupati Gowa sebagai tersangka.
Pergantian ini juga memiliki sisi menarik. Irjen Pol Adi Deriyan dan Irjen Pol Totok Suharyanto sama-sama merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994. Keduanya juga sama-sama lahir pada 1972 dan memiliki pengalaman panjang di bidang reserse.
Dengan pergantian tersebut, Irjen Totok akan menghadapi karakteristik penegakan hukum di Sulbar yang memiliki sejumlah tantangan, mulai dari tindak pidana korupsi, pengelolaan sumber daya alam, hingga persoalan hukum yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Irjen Pol Adi Deriyan kini mendapat penugasan baru di tingkat nasional dengan fokus pada isu lingkungan hidup. Mutasi tersebut menempatkannya pada tugas yang berkaitan dengan salah satu agenda strategis pemerintah di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
Pergantian Kapolda ini menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru di Polda Sulbar. (*)





