Bupati Mamasa Minta Warganya Gotong Royong Benahi Lingkungan

oleh

Mamasa, Mesakada.com — Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam membenahi lingkungan, terutama saluran drainase di wilayah permukiman dan jalan penghubung antar desa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi banjir dan longsor yang mulai mengancam seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir. Ajakan itu disampaikan sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi musim hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Mamasa. 

Kondisi geografis yang didominasi perbukitan dan lereng membuat daerah tersebut rawan terjadi longsor apabila saluran air tidak berfungsi dengan baik.

Welem menilai, penanganan bencana tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan drainase tetap lancar menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan bencana sejak dini.

“Kalau yang bisa dilakukan gotong royong, mari gotong royong, kalau tidak bisa di situ hadirnya pemerintah bantu alat berat,” kata Welem, kemarin. 

Ia meminta masyarakat membersihkan saluran air yang tersumbat, memangkas rumput di sekitar drainase, serta tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun parit. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi genangan air yang dapat memicu kerusakan jalan dan longsor di titik rawan.

Pemkab Mamasa juga mendorong aparat kecamatan, desa, hingga kelurahan untuk aktif menggerakkan kerja bakti bersama warga. Kolaborasi lintas wilayah dianggap penting agar penanganan lingkungan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terfokus di pusat kota.

Selain itu, pemerintah daerah akan melakukan pemetaan terhadap lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan longsor. Wilayah yang membutuhkan penanganan cepat akan menjadi prioritas dalam upaya mitigasi bencana selama musim hujan berlangsung.

Welem menegaskan, pemerintah daerah siap hadir membantu masyarakat apabila terdapat kerusakan atau penyumbatan drainase yang tidak dapat ditangani melalui gotong royong biasa. Dukungan tersebut akan dilakukan melalui penyediaan alat berat untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

Penggunaan alat berat nantinya difokuskan pada pengerukan material longsor, normalisasi saluran air, hingga pembukaan akses jalan yang tertutup akibat timbunan tanah maupun batu. Langkah itu diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana terhadap aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap semangat gotong royong dapat terus dijaga sebagai budaya bersama dalam menghadapi ancaman bencana alam. Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan pemerintah, potensi kerusakan akibat banjir maupun longsor di musim hujan diharapkan dapat ditekan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.