Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar membuka peluang meraih Dana Insentif Fiskal (DIF) dari pemerintah pusat, setelah dinilai berhasil menjaga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tetap konsisten di bawah rata-rata nasional.
Capaian tersebut dipaparkan langsung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri melalui zoom meeting, Rabu, 1 April 2026.
Dalam pemaparannya, gubernur menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik per November 2025, TPT Sulawesi Barat berada di angka 3,01 persen. Angka tersebut dinilai cukup kompetitif, terutama jika dibandingkan dengan provinsi lain yang memiliki kapasitas fiskal lebih besar.
Kepala Bidang PPEPD Bapperida Sulbar, Angga Tirta Wijaya, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari kebijakan yang telah dibangun sejak masa pandemi.
“Dengan kondisi APBD yang terbatas, Sulbar tetap mampu menahan laju penurunan. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi kita cukup teruji, dan kinerjanya bisa terjaga stabil di bawah angka nasional,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bapperida Sulbar, Amujib. Ia optimistis Sulbar mampu meraih posisi terbaik dalam penilaian tersebut.
“Kita sudah masuk tiga besar nasional. Harapannya bisa tembus peringkat pertama atau minimal kedua, sehingga berpeluang mendapatkan insentif fiskal. Nantinya, dana itu bisa dimanfaatkan kembali untuk program yang berdampak pada penurunan kemiskinan,” jelasnya.
Menurut Amujib, pencapaian tersebut tidak terlepas dari arah kebijakan pembangunan daerah yang fokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah pejabat terkait, seperti Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan Sulawesi Barat yang lebih maju dan sejahtera. (*)






