Mamuju, Mesakada.com — Warga di sejumlah wilayah Kota Mamuju mengeluhkan layanan air bersih dari Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Manakarra yang tidak mengalir selama tiga hari terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari kebutuhan mandi, mencuci hingga memasak.
Beberapa warga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dan terpaksa membeli air atau mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap gangguan distribusi air segera ditangani agar pelayanan kembali normal.
Menanggapi keluhan tersebut, Kabag Teknik PDAM Tirta Manakarra, Arman, mengatakan gangguan distribusi air dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem dan banjir di wilayah sumber air.
“Ada beberapa hari ini sering gangguan di sumber. Itu pengaruh hujan deras dan banjir yang sampai terjadi tidak stabilnya distribusi air dan pelayanan,” kata Arman, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan upaya penanganan di lapangan. Bahkan, tim teknis telah diterjunkan ke lokasi sumber air di kawasan Tamasapi dan air terjun untuk mencari titik gangguan.
“Kita sementara upayakan. Tadi malam saya baru pulang dari lokasi di sungai, di Tamasapi, di air terjun,” ujarnya.
Menurut Arman, kondisi di lokasi cukup sulit karena sebelumnya pernah terjadi longsor yang dikhawatirkan menyebabkan kebocoran pipa di bawah aliran sungai.
“Yang pernah memang ada longsor di sana beberapa waktu lalu. Yang dikhawatirkan itu kalau ada pipa bocor di bawah air. Kalau di bawah air harus lagi menyelam kalau mau diperbaiki. Faktor alam ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, wilayah terdampak meliputi sebagian besar kawasan kota dengan cakupan cukup luas. Saat ini tim masih berupaya menemukan titik kebocoran agar distribusi air bisa segera kembali normal.
“Semoga bisa tembus ke sana, karena tim baru tadi pagi bergerak ke sana. Wilayah terdampak itu bagian kota, luas wilayahnya. Sementara kami upayakan semoga bisa segera didapat itu kebocorannya,” tambah Arman.
Sebagai langkah darurat, PDAM Tirta Manakarra menyiapkan layanan mobil tangki air gratis bagi warga terdampak.
“Mobil tangki, nanti melapor saja ke kantor agar dilayani ke rumah masing-masing, gratis, tidak dibayar itu,” tutupnya. (ajs)





