2 Hektare Sawah di Mamuju Diserang Hama, 43 Hektare Lain Terancam 

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Serangan hama wereng hijau dan penyakit tungro ditemukan pada lahan padi seluas 2 hektare di Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Sulba menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Selasa (23/6/2026).

Pengendalian dilakukan secara massal di lahan milik Kelompok Tani Harapan Maju II menggunakan pestisida berbahan aktif buprofesin. Langkah tersebut diambil guna melindungi hamparan pertanaman padi seluas 43 hektare yang berpotensi terdampak apabila serangan tidak segera ditangani.

Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, mengatakan pengendalian cepat dan terpadu menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Pengendalian harus dilakukan sejak dini agar serangan tidak meluas dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi petani. Karena itu, sinergi antara petani, penyuluh, POPT, dan seluruh stakeholder pertanian harus terus diperkuat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut melibatkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Papalang, anggota kelompok tani, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat. Selain penyemprotan, petani juga mendapat edukasi terkait gejala penyakit tungro dan langkah pencegahannya.

POPT Kecamatan Papalang, Zainuddin, menjelaskan bahwa serangan tungro ditemukan pada lahan seluas 2 hektare dengan intensitas sekitar 20 persen pada tanaman padi berumur 60 hari setelah tanam (HST).

“Kerja sama antara petani dan POPT perlu terus dilakukan melalui pengendalian serempak, baik secara mekanis maupun kimia, agar populasi OPT tidak meningkat dan serangan tidak meluas ke areal pertanaman lainnya,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala UPTD BPTPH Sulbar, Ritje Rombe, menegaskan bahwa pengendalian massal dalam satu hamparan merupakan metode yang efektif untuk menekan perkembangan OPT. Ia juga mengingatkan agar penggunaan pestisida dilakukan sesuai prosedur yang tepat dan aman.

Melalui gerakan pengendalian tersebut, Pemprov Sulbar berharap penyebaran penyakit tungro dapat ditekan sehingga produktivitas padi petani tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.