Mamasa, Mesakada.com — Warga Pepana, Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, harus berjalan sejauh 1,5 kilometer (Km) setiap hari demi mendapatkan air bersih yang jumlahnya sangat terbatas.
Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun, bahkan semakin parah saat musim kemarau ketika sumber air kerap mengering, membuat warga hidup dalam kesulitan berkepanjangan.
“Setiap hari kami harus jalan sekitar 1,5 kilometer untuk ambil air. Itu pun airnya sangat terbatas,” kata Warga Pepana, Rizal Kahfi, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, sumber air yang ada saat ini berada jauh dari permukiman dan debitnya tidak mencukupi kebutuhan warga.
“Sumber air jauh dari kampung, dan airnya juga tidak banyak. Tidak cukup untuk semua warga,” katanya.
Menurutnya, kondisi semakin sulit saat musim kemarau tiba karena sumber air yang ada kerap mengering.
“Kalau kemarau, tidak ada air sama sekali. Kami betul-betul kesulitan,” ungkapnya.
Rizal juga menyebut warga sebenarnya ingin mencari sumber air yang lebih besar, namun lokasinya jauh dan sulit dijangkau.
“Kami mau cari sumber air yang lebih besar, tapi lokasinya jauh dari kampung. Tidak mudah untuk kami jangkau,” jelasnya.
Ia menegaskan, kondisi ini sudah berlangsung lama dan belum ada solusi nyata yang dirasakan masyarakat.
“Sudah bertahun-tahun begini, kami menderita karena air. Kami hanya berharap ada perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah,” tutupnya. (*)






