Majene, Mesakada.com – Isu transparansi menjadi penekanan utama dalam kegiatan sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati tersebut dihadiri Wakil Bupati Majene, Andi Rita Basharoe, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran lintas OPD ini dinilai sebagai bentuk komitmen bersama untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan terbuka dan dapat diawasi publik.
Kepala Disdikpora Majene menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait mengenai mekanisme dan prosedur SPMB. Dengan pemahaman yang utuh, pelaksanaan penerimaan siswa di jenjang TK, SD, dan SMP diharapkan berlangsung sesuai aturan dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat.
Namun, sorotan utama datang dari Wakil Bupati yang secara tegas menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan proses.
“Seluruh proses penerimaan murid baru harus terbuka, jelas, dan bisa diakses masyarakat. Jangan ada ruang untuk praktik yang menimbulkan kecurigaan. Transparansi adalah kunci utama agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegas Andi Rita.
Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan informasi, mulai dari kuota, jalur penerimaan, hingga hasil seleksi, wajib disampaikan secara jelas kepada masyarakat. Menurutnya, tanpa transparansi, potensi konflik dan ketidakpuasan publik akan sulit dihindari.
Selain transparansi, prinsip keadilan dan akuntabilitas juga menjadi perhatian. Ia meminta seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun satuan pendidikan, bekerja profesional dan berintegritas.
“SPMB ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi menyangkut hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan. Karena itu, pelaksanaannya harus adil dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Majene berharap potensi persoalan dalam proses penerimaan murid baru dapat ditekan sejak awal. Pemerintah juga mendorong adanya pengawasan bersama agar pelaksanaan SPMB benar-benar berjalan bersih, tertib, dan sesuai regulasi.
Dengan mengedepankan transparansi, Pemkab Majene optimistis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berlangsung lebih kredibel serta mampu menjamin akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat. (*)






