Mamuju, Mesakada.com – Pusat Koperasi Kepolisian Daerah (Puskoppolda) Sulbar akan menggelar Festival UMKM selama 10 hari, mulai 9 hingga 18 Juli 2026 di kawasan Pantai Manakarra, Mamuju. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Festival tersebut akan dimeriahkan penampilan Band Adista dan grup musik Enau, yang diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung ke lokasi acara.
Panitia menyiapkan 30 unit tenda pameran yang mampu menampung hingga 120 tenant. Kesempatan ini terbuka bagi pelaku UMKM dari seluruh kabupaten di Sulbar untuk mempromosikan dan menjual berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, produk pertanian dan perkebunan, fesyen, produk olahan rumah tangga hingga jasa kreatif.
Ketua Pusat Koperasi Polda Sulbar, AKP Carsa, mengatakan festival ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa, termasuk di Sulawesi Barat. Melalui Festival UMKM ini kami ingin mempertemukan langsung produsen dengan konsumen, membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha, sekaligus meningkatkan omzet dan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat. Ini merupakan wujud kehadiran Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” kata Carsa.
Ia menambahkan, Festival UMKM tidak hanya dirancang sebagai kegiatan pameran tahunan, tetapi akan dikembangkan menjadi agenda rutin yang terus ditingkatkan dari sisi kualitas pelaksanaan, jumlah peserta, maupun cakupan wilayah.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival membutuhkan dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, perbankan, serta partisipasi aktif masyarakat dan pelaku UMKM.
Pantai Manakarra dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Mamuju dengan tingkat kunjungan yang tinggi, sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan promosi dan penjualan produk UMKM.
Panitia mengimbau pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi agar segera mendaftarkan usahanya sebelum kuota 120 tenant terpenuhi. (*)







