PNM Mamasa Hindari Wartawan Usai Dipanggil DPRD Soal Curi 31 Data Nasabah Cairkan Uang

oleh

Mamasa, Mesakada.com – Perwakilan PNM memilih menghindari awak media usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Mamasa terkait dugaan penyalahgunaan data pribadi puluhan warga, Senin (29/6/2026). Saat dimintai keterangan, pihak PNM terkesan saling melempar tanggung jawab dan enggan memberikan penjelasan kepada wartawan.

Ketika wartawan berupaya melakukan wawancara, salah seorang paralegal yang mendampingi PNM Makassar bahkan meminta agar proses perekaman dihentikan.

“Sudahmi itu rekam-rekam,” ujar Umar, salah seorang paralegal PNM, sambil berlalu tinggalkan wartawan.

Sikap tersebut terjadi setelah RDP yang membahas dugaan penyalahgunaan data pribadi warga, seperti KTP dan Kartu Keluarga, yang diduga digunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya untuk pengajuan pembiayaan di PNM Unit Mamasa.

RDP merupakan lanjutan dari rapat sebelumnya yang sempat ditunda karena pihak PNM Unit Mamasa tidak hadir. Kali ini, perwakilan PNM hadir didampingi Kepala BRI Cabang Mamasa.

Dalam rapat, warga yang didampingi GMNI Cabang Mamasa mengaku dirugikan akibat dugaan pencatutan identitas. Berdasarkan data GMNI, terdapat 31 warga yang mengaku menjadi korban.

Pimpinan RDP, Reski Masran, mengatakan DPRD meminta agar hak para korban dipulihkan, termasuk menghapus nama mereka dari daftar debitur di sistem Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kesimpulan rapat, tuntutan utama dari teman-teman GMNI adalah korban pencatutan nama harus dipulihkan haknya. Nama mereka harus dihapus dari daftar OJK karena mereka tidak pernah mengetahui atau menyetujui menjadi nasabah salah satu program pembiayaan PNM,” kata Reski.

Ia menyebut jumlah korban yang dilaporkan sementara mencapai 31 orang dan pihak PNM telah berjanji akan menyelesaikan tuntutan tersebut.

Dalam forum RDP, pihak PNM juga mengaku tidak pernah menerima aduan dari masyarakat. Pernyataan itu memicu protes warga yang mengaku telah beberapa kali mendatangi kantor PNM Mamasa untuk menyampaikan keluhan, namun tidak mendapat tanggapan. Warga juga mengaku kerap mendapati kantor PNM dalam keadaan tutup dan berpindah-pindah lokasi. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.