Majene, Mesakada.com — Akses jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Banggae dan Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar, sempat mengalami kemacetan akibat sebuah truk pengangkut kontainer kehilangan keseimbangan saat melintasi tanjakan di perbatasan Desa Palipi Soreang dan Desa Bonde.
Insiden tersebut menyebabkan sebagian badan jalan tertutup sehingga antrean kendaraan mengular dari dua arah. Kepadatan arus lalu lintas semakin parah karena jalur Trans Sulawesi merupakan akses utama penghubung antar wilayah di Sulbar.
Di tengah situasi tersebut, perwira TNI Angkatan Laut dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju, Lettu Laut (P) Nasruddin, yang kebetulan melintas di lokasi, langsung turun tangan membantu mengurai kemacetan.
Tanpa ragu, Lettu Nasruddin menghentikan kendaraannya dan mengambil inisiatif mengatur arus lalu lintas secara manual di tengah cuaca panas. Berkat pengaturan tersebut, kendaraan dari dua arah dapat melintas bergantian sehingga kemacetan total berhasil dihindari.
“Saat melintas, saya melihat ada kendaraan yang membutuhkan pertolongan dan jalanan mulai macet. Saya langsung turun membantu mengatur lalu lintas agar kembali stabil,” ujar Lettu Laut (P) Nasruddin saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Aksi spontan itu mendapat apresiasi dari masyarakat dan pengguna jalan. Salah satunya datang dari Kahar (46), tokoh masyarakat setempat, yang mengaku salut atas kepedulian perwira TNI AL tersebut.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk beliau. Di saat situasi jalan sulit karena truk kontainer hilang keseimbangan di pendakian ini, beliau hadir memberikan solusi. Kesigapan seperti ini sangat membantu kami pengguna jalan,” kata Kahar.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Mamuju, Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara, mengatakan tindakan yang dilakukan anggotanya merupakan bentuk nyata pengabdian prajurit TNI AL kepada masyarakat
“Sebagai prajurit TNI Angkatan Laut, kami diajarkan untuk selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat dalam kondisi apa pun. Apa yang dilakukan Lettu Nasruddin merupakan cerminan naluri pengabdian tanpa batas dan kepedulian terhadap keselamatan serta kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” ujar Danlanal Mamuju.
Ia menegaskan bahwa prajurit TNI AL tidak hanya menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat ketika dibutuhkan.
“Kami berharap kehadiran prajurit TNI AL di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman, membantu kesulitan rakyat, dan mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat,” tambahnya.
Berkat kesigapan pengaturan lalu lintas yang dilakukan, arus kendaraan di jalur perbatasan Banggae–Pamboang akhirnya kembali normal. Peristiwa ini menjadi bukti semangat pengabdian prajurit TNI AL tidak mengenal batas ruang maupun waktu, bahkan di luar tugas kedinasan formal sekalipun. (*)







