Mamuju, Mesakada.com — Provinsi Sulawesi Barat menyimpan begitu banyak potensi energi dan sumber daya mineral. Termasuk sumber energi primer terbarukan.
Sulbar memiliki potensi tenaga listrik energi terbarukan yang sangat melimpah. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulbar, telah merilis data tujuh potensi tenaga listrik terbarukan di provinsi ke 33 di Indonesia, ini.
Beberapa di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Mini (PLTM), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Begitu juga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Biogas (PLTBg) dan Pembangkit Listrik Biomassa.
“Dari tujuh potensi itu, Sulbar bisa menghasilkan tenaga listrik hingga 3.492,5 megawatt,” kata Kepala DPM-PTSP Sulbar Habibi Azis, Rabu (09/10/24).
Pjs Bupati Majene, itu juga mengaku, PLTA memiliki potensi hingga 847,8 megawatt dan PLTM hingga 85,8 megawatt. Potensi PLTA dan PLTM terdapat di empat kabupaten, yakni Mamasa, Polewali Mandar (Polman), Mamuju dan Mamuju Tengah (Mateng).
“Provinsi ini memiliki 15 alur sungai besar dan anak sungai dengan debit sungai yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai PLTA dan PLTM,” ungkap Habibi.
Untuk PLTS, kata dia, Sulbar memiliki potensi hingga 1.677 megawatt karena seluruh daerah di Sulbar terpapar sinar matahari melimpah. Tak terbatas sepanjang tahun. Kemudian PLTB Sulbar memiliki potensi hingga 514 megawatt.
“Untuk PLTB, kecepatan angin di Sulbar umumnya merata setiap bulannya, yaitu sekitar 3 hingga 8 kilometer per jam. Sangat potensial untuk pembangunan PLTB dengan daya 0,5 megawatt sampai 1 megawatt,” terang Habibi.
Kemudian PLTP, Sulbar memiliki potensi 162 megawatt dan PLTBg memiliki potensi hingga 8,1 megawatt. Sedangkan untuk PLTBm, Sulbar memiliki potensi hingga 197,8 megawatt.
“Tentu saja, pengembangan sektor energi terbarukan seperti ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan Sulbar. Tetapi juga akan berdampak positif pada perekonomian nasional,” jelas Habibi.
Olehnya, Habibi mengaku perlu adanya sinergi antara pemerintah, pengusaha dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi energi ini melalui investasi. Investasi energi terbarukan seperti PLTA sangat dibutuhkan Sulbar untuk membuka kawasan industri.
“Karena itu, kita butuh investor untuk mengelola potensi yang dimiliki oleh daerah kita,” tutup Habibi. (js)






