Mamuju, Mesakada.com — Rencana penyediaan kapal cepat menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, di Rujab Gubernur Sulbar, Sabtu, 28 Maret 2026. Kapal tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi barang dan mobilitas antar wilayah, khususnya untuk mendukung kerja sama sektor pangan.
Rudy menyebut, kapal dengan kecepatan 25 hingga 30 knot dapat memangkas waktu tempuh antara Sulbar dan Kaltim menjadi sekitar 4 hingga 5 jam.
“Kalau ke depan kita bisa mendapatkan kapal cepat yang kira kira speednya kurang lebih sekitar 25 sampai 30 knot. Mungkin untuk nyebrang ke Kalimantan timur hanya perlu waktu 4 atau 5 jam saja maksimum,” ujarnya.
Ia menambahkan, kapal cepat tersebut berpotensi disubsidi bersama oleh pemerintah kedua daerah agar dapat digunakan secara optimal untuk mobilisasi orang, barang, dan jasa.
“Bagaimana nanti kita mensubsidi agar kapal cepat ini untuk mobilisasi mulai dari manusia, barang dan jasa itu lebih cepat dan disingkat,” tuturnya.
Pertemuan ini juga membahas peluang kerja sama yang lebih luas, terutama di sektor pangan. Gubernur SDK menyampaikan Sulbar memiliki surplus produksi beras sekitar 75.000 ton per tahun yang selama ini banyak dipasarkan ke Kalimantan.
“Salah satu yang menjadi produksi Sulawesi Barat itu adalah pangan, kami surplus di pangan kurang lebih 75.000 ton. Ini banyak lari ke Kalimantan,” kata Suhardi Duka.
Ia mendorong agar distribusi tersebut tidak lagi hanya melalui jalur perdagangan antar pedagang, melainkan dikelola lebih terstruktur melalui kerja sama antarpemerintah (government to government) maupun melalui BUMD.
“Jika ini bisa di manage dengan baik, antara g to g (Government to Government) kemudian mungkin bisa juga melewat BUMD masing-masing. Kemungkinan besar ada manfaat dan lebih efisien,” ujarnya.
Selain beras, Sulbar juga mulai mengembangkan sektor peternakan dengan proyeksi surplus komoditas kambing dalam satu hingga dua tahun ke depan.
“Begitu juga 1 atau 2 tahun ke depan mungkin surplus di peternakan utamanya kambing,” jelasnya. (*)







