Mamuju, Mesakada.com — Warga Gentungan Raya, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, sangat berharap dapat memiliki akses jalan dan jembatan yang aman serta layak. Hingga kini, masyarakat masih membutuhkan perhatian pemerintah setelah infrastruktur di wilayah tersebut dalam kondisi memprihatinkan.
Salah satu contohnya adalah jembatan penghubung antar empat lingkungan yang roboh sejak tahun 2022 dan belum juga diperbaiki. Jembatan tersebut sebelumnya menjadi akses utama yang menghubungkan Lingkungan Gentungan Induk, Gentungan Timur, Sama’, dan Kanang-Kanang.
Sejak roboh, mobilitas warga terganggu. Belum adanya pembangunan permanen membuat masyarakat terpaksa membangun jembatan darurat dari batang pohon kelapa secara swadaya agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
Meski konstruksinya sangat sederhana dan jauh dari standar keamanan, jembatan itu tetap digunakan karena menjadi satu-satunya jalur terdekat yang dapat menghubungkan antar lingkungan.
Namun, jembatan darurat tersebut hanya memungkinkan kendaraan roda dua untuk melintas. Sementara kendaraan roda empat harus mengambil jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.
Tokoh masyarakat Gentungan, Haruna Syam, mengatakan jembatan tersebut sangat vital bagi warga, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kebutuhan sehari-hari.
“Periode pertama bupati sudah janji ke saya tapi sampai saat ini belum terlaksana,” kata Haruna Syam, Minggu (1/3/2026).
Warga juga menyebutkan, jembatan ini sebelumnya pernah dijanjikan akan dibangun pada periode pertama Bupati Mamuju. Bahkan, pihak terkait sempat datang melakukan pengukuran di lokasi jembatan yang roboh. Namun hingga kini belum terlihat adanya tindak lanjut pembangunan, sehingga masyarakat merasa harapan mereka belum mendapat kepastian.
Selain itu, kondisi jembatan darurat sangat rawan kecelakaan, terlebih saat musim hujan. Permukaan batang kelapa menjadi licin dan membahayakan pengendara yang melintas.
Warga Gentungan Raya pun berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius dan merealisasikan pembangunan jembatan permanen demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. (*)





