Mamasa, Mesakada.com — Kepadatan antrean kendaraan terjadi di SPBU Lambanan 75.913.01, Dusun Mama’, Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Lonjakan antrean dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan dan kenaikan harga BBM yang beredar di tengah warga.
Menanggapi situasi tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Mamasa bersama personel gabungan turun langsung melakukan pemantauan sekaligus pengaturan arus lalu lintas di sekitar SPBU. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat bahkan sempat memanjang hingga ke bahu jalan poros dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
Dalam pemantauan itu, petugas memastikan tidak ditemukan praktik penimbunan BBM menggunakan jerigen oleh masyarakat. Polisi juga memberikan imbauan secara humanis agar warga tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar.
Hasil pengecekan menunjukkan stok BBM di SPBU Lambanan masih dalam kondisi aman, khususnya Pertalite yang baru saja mendapat pasokan sebanyak 8 ton pada pukul 17.00 WITA. Distribusi BBM ke SPBU tersebut dilakukan secara rutin dari depot di Parepare dengan frekuensi hingga 24 kali dalam sebulan.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pihak SPBU menerapkan pembatasan pengisian sementara. Kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp300 ribu, sedangkan roda dua Rp30 ribu per pengisian guna memastikan pemerataan distribusi.
Kapolsek Mamasa, Ana Yudha Hayato, mengatakan kehadiran polisi bertujuan menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Polri hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, termasuk dalam menjaga stabilitas distribusi BBM,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polisi kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. (*)





