Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar berupaya menjadikan momentum Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Suhardi Duka agar kemeriahan Piala Dunia dapat dirasakan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
“Sesuai dengan harapan Bapak Gubernur, momentum Piala Dunia ini harus bisa disaksikan seluruh masyarakat dan yang paling penting bagi kami adalah kontribusinya dalam menggerakkan ekonomi lokal. Kami ingin memanfaatkan momentum ini untuk menaikkan value bagi UMKM,” kata Ridwan, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membuka ruang penyelenggaraan nonton bareng (nobar) resmi yang digelar pemerintah maupun pihak swasta dengan tetap memperhatikan aturan hak siar dan ketentuan yang berlaku.
“Di samping menjaga ketertiban, kita juga ingin menggerakkan ekonomi lokal. Sehingga kami berharap semakin banyak titik nobar resmi, semakin bagus untuk UMKM yang berjualan di sekitarnya, yang penting semua berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ridwan mengungkapkan, masih terdapat sekitar 12 persen wilayah Sulbar atau sekitar 80 desa yang masuk kategori blank spot, terutama di daerah pegunungan dan pesisir. Karena itu, pemerintah terus berupaya memperluas akses informasi dan siaran digital melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan pihak terkait.
Selain peningkatan infrastruktur, Pemprov Sulbar juga terus melakukan sosialisasi terkait cara mengakses siaran digital secara legal agar masyarakat dapat menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 dengan mudah dan sesuai aturan.
Pemprov Sulbar optimistis kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara siaran, sektor usaha dan masyarakat akan menjadikan Piala Dunia FIFA 2026 sebagai momentum yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM di Sulbar. (*)





