Pemprov Sulbar Gelar Job Fit, Pejabat Siap-Siap Geser Posisi

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Pemprov Sulbar telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Job Fit Pejabat Pratama lingkup Pemprov Sulbar. Sebanyak 22 jabatan akan dicarikan pejabat yang sesuai berdasarkan kompetensi dan kemampuan.

Proses ini merupakan bagian dari penataan organisasi dan pengisian posisi strategis. Job Fit menilai kesesuaian antara pejabat dengan jabatan. Tujuan utama adalah memastikan bahwa pejabat cocok dengan jabatan yang nantinya diemban.

Tahap awal proses job fit telah dimulai pada 15-18 Mei. Dalam prosesnya, peserta diminta mengumpulkan sejumlah dokumen sebagai persyaratan.

Seperti dokumen rekam jejak hingga makalah dari masing-masing pejabat. Mereka kemudian dijadwalkan mengikuti tahapan wawancara pada 20 Mei.

“Kalau berkaitan dengan job fit, saya ditunjuk sebagai panitia seleksi. Kami melakukan penyesuaian pejabat terhadap jabatan sekitar 22 posisi,” kata Ketua Pansel Job Fit Pejabat Pratama Pemprov Sulbar, Junda Maulana, Jumat 16 Mei.

Setelah tahap job fit rampung, pejabat akan ditempatkan sesuai hasil penilaian. Namun, jabatan yang masih kosong akan diisi melalui mekanisme seleksi terbuka. “Kalau job fit hanya melihat kesesuaian jabatan antara pejabat dengan jabatan yang ada,” jelas Junda.

Untuk posisi Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, yang saat ini masih diisi pejabat pelaksana harian (Plh), Junda mengaku, jalur seleksinya berbeda. Harus melalui izin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena termasuk jabatan pimpinan tinggi madya.

“Kursi Sekda lain lagi, karena di pimpinan tinggi madya. Tinggal menunggu izin dari Kemendagri,” jelasnya.

Jika semua berjalan sesuai jadwal, hasil job fit akan dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemendagri pada 25 Mei. Setelah mendapat persetujuan, pelantikan pejabat ditargetkan dapat dilaksanakan pada awal Juni.

Junda juga menegaskan pentingnya menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.

“Kalau pimpinan sudah mengatakan seperti itu (tidak ada jual beli jabatan), bawahan jangan ada neko-neko. Kami di pansel diberi tugas untuk menjalankan amanah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pansel tidak memiliki kewenangan dalam menentukan siapa yang akan mengisi jabatan tertentu. “Kita hanya menyelenggarakan proses seleksi,” jelasnya.

Adapun tim panitia seleksi terdiri dari lima orang, yakni Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana sebagai ketua, Direktur Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah, Ditjen Otda, Kemendagri, Cheka Virgowansyah, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB, Nanik Murwati, Kepala Puslatbang Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Perubahan, LAN Makassar, Muhammad Aswad dan Tokoh Masyarakat asal Sulbar, Yanas. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.