Makassar, Mesakada.com — Pemprov Sulbar dan Sulsel mulai mematangkan rencana pengoperasian maskapai Fly Jaya Air dengan skema subsidi penerbangan untuk membuka konektivitas udara Mamuju–Makassar hingga Mamuju–Bone.
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulbar bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) melalui kunjungan kerja ke Pemprov Sulsel di Makassar, Senin (18/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas pembukaan rute penerbangan yang menghubungkan Bandara Tampa Padang Mamuju dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Langkah ini disebut menjadi bagian dari visi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, SDK–JSM, untuk memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan pelayanan transportasi publik.
Kepala Dinas Perkimtanhub Sulbar, Maddareski Salatin, mengatakan kerja sama operasional Fly Jaya Air nantinya akan menggunakan skema subsidi model charter agar layanan penerbangan tetap berkelanjutan dan harga tiket terjangkau.
“Pemerintah akan memberikan subsidi dalam model sistem charter. Namun, tentu saja semua ini harus memenuhi regulasi dan persyaratan ketat yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan,” ujar Maddareski.
Pembahasan juga melibatkan Sekprov Sulbar dan Sekprov Sulsel guna menyamakan persepsi terkait regulasi penganggaran bersama. Selain rute Mamuju–Makassar, Pemprov Sulbar juga mendorong pembukaan rute Mamuju–Bone karena dinilai memiliki potensi mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Kami mengupayakan agar rute yang dibuka bukan cuma Mamuju–Makassar, tetapi juga rute Mamuju–Bone. Ini penting untuk memperluas aksesibilitas warga,” tambahnya.
Melalui skema subsidi charter tersebut, aktivitas penerbangan di Sulawesi Barat diharapkan kembali bergairah dan mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah.
“Saya berharap hasil dari pertemuan ini bisa segera ditindaklanjuti secara teknis oleh kedua pemprov. Target utamanya adalah memperlancar mobilitas masyarakat, yang pada akhirnya tentu akan memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulbar maupun Sulsel,” tutup Maddareski. (*)







