Mamuju, Mesakada.com – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Sulawesi Barat akan melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Verifikasi tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 10 Maret 2026 mendatang. Sebanyak 66 unit rumah di Sulawesi Barat akan menjadi sasaran program tersebut.
Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Disperkimtanhub Sulbar, Asrul, menjelaskan dari total tersebut terdiri atas 46 unit rumah yang akan direhabilitasi dan 20 unit rumah yang akan dibangun baru.
“Ada 46 unit rumah rehab dan 20 unit pembangunan rumah baru, jadi total 66 rumah yang akan kami lakukan verifikasi lapangan,” ujar Asrul.
Ia menjelaskan, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian data penerima bantuan dengan kondisi riil di lapangan sebelum proses rehabilitasi maupun pembangunan rumah dilakukan.
Tahapan verifikasi akan dimulai dari Kabupaten Mamuju, sebelum dilanjutkan ke lima kabupaten lainnya di Sulawesi Barat.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pasti Padu, yakni program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting dan menangani kemiskinan ekstrem melalui pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif.
Melalui program tersebut, Disperkimtanhub di bawah pimpinan Kepala Dinas Maddareski Salatin fokus pada penanganan rumah tidak layak huni bagi masyarakat miskin.
Program ini juga sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun infrastruktur yang berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Disperkimtanhub bersama tim Pasti Padu optimistis proses verifikasi akan berjalan sesuai jadwal dan tepat sasaran.
“Verifikasi lapangan tanggal 10 Maret nanti berdasarkan by name by address, sesuai SK kawasan kumuh dan SK penetapan lokus Pasti Padu dari bupati masing-masing kabupaten yang kita pastikan tepat sasaran untuk mewujudkan Sulbar maju dan sejahtera,” tutup Asrul. (*)





