Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar menyiapkan sejumlah program untuk menekan angka pengangguran di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK). Salah satu program unggulan yang disiapkan yakni program padat karya dengan alokasi anggaran mencapai Rp 49 miliar pada 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulbar, Andi Farid Amri, mengatakan, program padat karya tersebut direncanakan tersebar di 324 titik dan melibatkan ribuan warga.
“Program unggulan yang dilaksanakan di Sulbar adalah program padat karya. Tahun 2026 kami merencanakan 324 titik dengan memberdayakan sekitar 8.100 orang. Setiap kelompok mempekerjakan 25 orang,” kata Andi Farid, di DPRD Sulbar, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut didukung pagu anggaran sebesar Rp 49 miliar, yang diharapkan mampu membuka kesempatan kerja langsung bagi masyarakat di berbagai daerah di Sulbar.
Selain itu, Pemprov Sulbar juga menargetkan mencetak 1.000 tenaga kerja bersertifikasi kompeten melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) selama lima tahun ke depan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja agar lebih mudah terserap di dunia usaha dan industri.
“Pada 2025 sudah terealisasi 208 peserta sertifikasi kompetensi melalui pelatihan berbasis kompetensi di BLK,” ujarnya.
Program lainnya yang disiapkan pemerintah daerah adalah penguatan 1.000 UMKM melalui kolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan. Menurut Andi Farid, pengembangan UMKM diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Selain program yang berada di bawah Disnakertrans, upaya penyerapan tenaga kerja juga dilakukan melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan sejumlah program lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Meski demikian, Andi Farid mengakui sektor konstruksi yang selama ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja cukup besar mengalami penurunan aktivitas pada tahun ini.
“Semua program yang disampaikan Gubernur ini diarahkan untuk mengurangi angka pengangguran di Sulbar dan diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja,” katanya. (ajs)







