Mamuju, Mesakada.com – Pemkab Mamuju menyiapkan anggaran Rp 2,5 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk membenahi persoalan sampah yang masih menjadi masalah. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pengangkutan serta pengolahan sampah.
Salah satunya pengadaan kendaraan roda tiga yang dinilai lebih efektif menjangkau lorong-lorong dan permukiman yang sulit dilalui kendaraan pengangkut sampah berukuran besar. Selain kendaraan pengangkut, Pemkab Mamuju juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat pengolah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), termasuk alat pemilah sampah.
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengatakan, persoalan sampah di Mamuju tidak hanya berkaitan dengan perilaku masyarakat, tetapi juga keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan persampahan. Menurutnya, pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan memenuhi kebutuhan peralatan yang dapat menunjang penanganan sampah di berbagai wilayah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri harus ada kerjasama dan kolaborasi dari semua lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing,” kata Sutinah saat kegiatan Jumat ASRI di Stadion Manakarra Mamuju, Jumat (11/9/2026).
Sutinah mengatakan, upaya menjaga kebersihan juga dilakukan secara rutin melalui program Jumat ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Dalam sepekan, Pemkab Mamuju menggelar kerja bakti dua kali, yakni setiap Selasa di lingkungan perangkat daerah masing-masing dan Jumat yang diprioritaskan di area pelayanan publik.
“Alhamdulillah hari ini didampingi bapak Wakil Bupati dan Sekda, beserta seluruh Perangkat Daerah dan ASN Lingkup Kabupaten Mamuju melaksanakan Jum’at bersih mendukung Gerakan Indonesia ASRI,” ujarnya.
Ia berharap kerja bakti tidak hanya melibatkan ASN dan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar persoalan sampah dan kebersihan lingkungan di Mamuju dapat ditangani secara berkelanjutan. (*)







