Mamuju, Mesakada.com – Suasana Bioskop XXI Mamuju berbeda dari biasanya. Ratusan warga memadati lobi hingga sejumlah studio bioskop untuk menyaksikan film Autopsy dalam agenda nonton bareng yang menghadirkan langsung Ahli Forensik Polri, Brigjen Pol. dr. Sumi Hastri Purwanti.
Brigjen Pol dr. Sumy merupakan perwira tinggi Polri dan ahli forensik perempuan pertama di Indonesia serta polwan pertama di Asia yang bergelar doktor forensik. Ia telah berkiprah lebih dari 20 tahun di bidang forensik, termasuk menangani identifikasi korban bom Bali I pada tahun 2002 dan berbagai kasus besar kriminal atau kecelakaan.
Perjalanan hidup dan kariernya itu pun diangkat dalam film berjudul Autopsy ‘Dead Body Can Talk’. Sedikitnya 600 penonton ikut dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu membuat sejumlah studio harus digunakan sekaligus untuk menampung antusiasme warga yang datang sejak sore hari. Antrean penonton bahkan terlihat mengular di area lobi Bioskop XXI Mamuju.
Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa hingga komunitas, yang penasaran menyaksikan film sekaligus bertemu langsung dengan sosok yang selama ini dikenal melalui kiprahnya di dunia forensik.
Bagi sebagian penonton, kehadiran Brigjen Pol. dr. Sumi menjadi daya tarik tersendiri. Ia merupakan polwan berpangkat jenderal bintang satu yang dikenal sebagai ahli forensik Polri dan turut memberikan perspektif mengenai dunia forensik yang menjadi bagian penting dalam cerita film Autopsy.
Kegiatan nobar tersebut juga dihadiri Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta bersama sejumlah pejabat Polda Sulbar dan Bidokkes Polda Sulbar. Setelah film selesai diputar, suasana nobar tidak langsung berakhir. Penonton mendapat kesempatan mengikuti sesi sapa dan diskusi singkat bersama Brigjen Pol. dr. Sumi.
Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mengenal lebih jauh pekerjaan seorang ahli forensik, termasuk bagaimana ilmu kedokteran dan sains digunakan untuk membantu mengungkap fakta dalam sebuah perkara.
Di hadapan ratusan penonton, Brigjen Pol. dr. Sumi mengaku terkejut sekaligus terharu melihat sambutan masyarakat Mamuju. Ia tidak menyangka film Autopsy mampu menarik perhatian hingga ratusan warga.
“Saya sangat tidak menyangka energi dan sambutan masyarakat di Mamuju akan seluar biasa ini. Lebih dari 600 orang hadir bersama sore ini. Terima kasih atas cinta dan apresiasi yang begitu hangat untuk karya dan profesi forensik,” ujar Brigjen Pol. dr. Sumi, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, film yang mengangkat dunia forensik juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Tidak hanya menyajikan cerita, tetapi memberikan gambaran mengenai pentingnya ilmu pengetahuan dalam membantu mencari fakta dan mengungkap sebuah kebenaran.
Antusiasme penonton kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian kenang-kenangan. Padatnya jumlah penonton dalam kegiatan tersebut menjadikan nobar Autopsy sebagai salah satu agenda nonton bareng dengan jumlah peserta terbesar yang pernah digelar di Bioskop XXI Mamuju. (*)





