Mamuju, Mesakada.com — Pemkab Mamuju menggelar Sosialisasi Inovasi Daerah di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Mamuju, Suaib.
Dalam sambutannya, Suaib menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi pemerintahan, serta percepatan pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah tidak bisa lagi bekerja secara rutin. Dibutuhkan kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan solusi konkret terhadap berbagai persoalan,” ujar Suaib.
Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, pemahaman seluruh perangkat daerah terhadap pentingnya inovasi semakin meningkat, baik dalam aspek pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, maupun pemberdayaan masyarakat.
“Inovasi bukan tanggung jawab satu pihak, tetapi gerakan bersama seluruh perangkat daerah dan masyarakat,” tambahnya.
Kepala Bapperisa Mamuju Budianto Muin menyampaikan bahwa penerapan inovasi di pemerintahan berawal dari kreativitas individu yang kemudian berkembang menjadi inovasi organisasi.
Menurutnya, Pemkab Mamuju melalui Bapperida telah melakukan langkah awal dengan menjaring berbagai inovasi dari setiap perangkat daerah, guna mendorong terciptanya praktik-praktik inovatif dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Di sisi lain, narasumber dari Kemendagri, David Yama, mengungkapkan bahwa Kabupaten Mamuju saat ini telah masuk kategori daerah inovatif. Namun, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dibenahi agar bisa naik level pada tahun 2026.
Beberapa poin yang menjadi perhatian di antaranya penguatan komitmen kepala daerah melalui integrasi inovasi dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD serta penetapan inovasi sebagai indikator kinerja utama.
Selain itu, peran orkestrator atau operator inovasi di setiap perangkat daerah dinilai belum optimal, serta produktivitas dan kualitas inovasi yang masih perlu ditingkatkan.
“Ke depan, setiap perangkat daerah diharapkan memiliki target minimal dua hingga tiga inovasi setiap tahun,” jelas David. (*)







