Mamuju, Mesakada.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat, struktur tenaga kerja di Bumi Malaqbi ini masih didominasi pekerja berpendidikan rendah. Dari 801.230 orang pekerja di Sulbar, ada 358.380 orang hanya tamatan SD ke bawah.
Sementara itu, lulusan SMP tercatat 107.700 orang, SMA 130.380 orang dan SMK 71.030 orang. Adapun lulusan Diploma I hingga III hanya 16,66 ribu orang atau 2,08 persen. Sedangkan tenaga kerja berpendidikan tinggi, yakni Diploma IV hingga S3, berjumlah 117.080 orang.
BPS juga mencatat angka pengangguran di Sulbar pada triwulan I-2026 berada di angka 2,93 persen atau turun 0,24 poin dibanding periode sebelumnya. Namun, jika ditelisik lebih dalam, pengangguran usia 15–24 tahun masih menjadi yang tertinggi, mencapai 16,36 persen.
Tak hanya itu, ironi juga terlihat pada tingkat pendidikan. Lulusan sarjana justru mencatat tingkat pengangguran tertinggi, yakni 4,60 persen.
“Ini menjadi tantangan bersama, tidak hanya pemerintah. Perlu peran semua pihak untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas,” kata Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, Selasa (5/5/2026).
Di sisi lain, struktur ekonomi Sulbar yang masih didominasi sektor pertanian. Sektor ini menyerap lebih dari 50 persen tenaga kerja. Namun belum mampu mengakomodasi lulusan pendidikan tinggi secara optimal.
Selain itu, dominasi sektor informal yang mencapai 71,77 persen juga mempersempit peluang kerja formal yang umumnya mensyaratkan kualifikasi pendidikan lebih tinggi.
“Lapangan kerja formal perlu didorong, termasuk melalui penguatan sektor swasta. Tapi ini tidak sederhana, karena usaha membutuhkan kepastian pasar,” jelas Suri.
Dengan jumlah penduduk sekitar 1,52 juta jiwa, pasar domestik Sulbar dinilai relatif terbatas. Karena itu, orientasi ekspor menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru, khususnya bagi tenaga kerja terdidik.
Di tengah penurunan angka pengangguran secara umum, pekerjaan rumah terbesar Sulbar kini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi memastikan pekerjaan yang tersedia mampu menyerap tenaga kerja muda dan berpendidikan tinggi secara optimal. (fan)





