Pemdes Salubulo Bikin Terobosan, Petani Sudah Bisa Jual Kakao Basah

oleh
Screenshot

Mamasa, Mesakada.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Salubulo bersama PT Mars Symbioscience Indonesia menghadirkan solusi bagi petani kakao di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, di tengah musim hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Jika sebelumnya petani harus bergantung pada sinar matahari untuk menjemur biji kakao sebelum dijual, kini mereka tidak lagi harus menunggu kakao menjadi kering. 

Melalui kerja sama tersebut, petani dapat menjual hasil panennya dalam bentuk kakao basah. Penjualan perdana kakao basah mulai dilakukan pada 13 Mei 2026 di Gedung BumDes Desa Salubulo, Kecamatan Bambang.

Kades Salubulo, Rintoris, mengatakan pemerintah desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BumDes) menggandeng PT Mars Symbioscience Indonesia untuk membantu petani menghadapi kendala akibat cuaca.

“Kita selaku Pemerintah Desa bersama BumDes bekerja sama dengan PT Mars Symbioscience Indonesia dalam mencari solusi di tengah musim hujan yang menjadi kendala bagi petani kakao,” ujar Rintoris.

Pada penjualan perdana tersebut, tercatat sebanyak 300 Kg kakao basah berhasil dijual. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah karena masih banyak petani yang telah mendaftar untuk menjual hasil panennya.

Rintoris menegaskan, program penjualan kakao basah menjadi solusi yang tepat bagi petani, dengan harga pembelian mencapai Rp22.500 per kilogram. 

Ia berharap seluruh petani kakao di Kecamatan Bambang dapat memanfaatkan program tersebut dan ikut berkontribusi dalam penjualan kakao basah melalui BumDes Desa Salubulo. (Iki)

No More Posts Available.

No more pages to load.