PDRB Pertanian Sulbar Tembus Rp 33,96 Triliun, Naik Sejak 2021

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Sektor pertanian terus menjadi tulang punggung perekonomian Sulbar. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor ini tercatat mencapai Rp 33,96 triliun pada 2025, meningkat dari Rp 22,16 triliun pada 2021, dengan pertumbuhan 14,71 persen pada periode 2024–2025. Kontribusinya bahkan menyentuh 48 persen terhadap total PDRB Sulbar.

Capaian tersebut menjadi sorotan dalam Seminar dan Rapat Kerja Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (DPD IKAL) Sulawesi Barat yang digelar di Aula Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (23/4/2026).

Dalam kegiatan itu, Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulbar hadir sebagai representasi Kementerian Pertanian untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam percepatan pembangunan pertanian.

Tim Khusus Menteri Pertanian, Muhammad Arsyad yang hadir bersama Direktur Wilayah BBRMP Sulbar, Sumarni Pannikkai, menegaskan bahwa BBRMP merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah pusat di daerah.

“BBRMP menjadi garda terdepan layanan Kementerian Pertanian di Sulawesi Barat, sekaligus wadah koordinasi, konsultasi, dan fasilitasi berbagai kebutuhan sektor pertanian,” ujar Arsyad.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan kini tidak perlu lagi ke pusat untuk berkoordinasi, karena layanan Kementerian Pertanian telah hadir langsung di daerah melalui BBRMP.

Menurutnya, besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB menunjukkan peran strategis sektor ini, tidak hanya dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, dan penguatan ketahanan pangan.

Dalam paparannya, Arsyad juga menekankan pentingnya sinkronisasi program prioritas pertanian daerah dengan pusat, meliputi peningkatan produksi tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura, pengembangan kawasan buah, penguatan perbenihan, pengembangan peternakan, hingga adaptasi perubahan iklim.

Selain itu, pemerintah pusat tengah menjalankan berbagai program strategis nasional seperti cetak sawah baru, optimalisasi lahan, pengelolaan irigasi, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, pupuk bersubsidi, serta penguatan penyuluhan dan regenerasi petani.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengusulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang akurat dan berjenjang agar bantuan pemerintah tepat sasaran, mulai dari tingkat desa hingga verifikasi akhir di BBRMP sebelum diteruskan ke Kementerian Pertanian.

Di akhir pemaparannya, Arsyad menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kekuatan kelembagaan dan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Memajukan pertanian adalah salah satu opsi terbaik untuk memajukan perekonomian Sulawesi Barat,” tegasnya.

Kehadiran BBRMP Sulawesi Barat diharapkan semakin mempercepat akses program pusat, mendorong modernisasi pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.