Mamuju, Mesakada.com — Peringatan Hari Kartini ke-147 di Mamuju tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi momentum menegaskan kembali pentingnya kesetaraan, akses pendidikan, dan perlindungan perempuan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Melalui peringatan kelahiran Raden Ajeng Kartini, Pemerintah Kabupaten Mamuju mengangkat kembali semangat perjuangan emansipasi yang telah membuka akses perempuan terhadap pendidikan dan ruang publik.
Jika pada masa lalu perempuan dibatasi oleh adat dan struktur sosial, kini tantangan bergeser pada bagaimana memastikan kesetaraan itu benar-benar dirasakan secara nyata.
Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Kartini harus dimaknai sebagai refleksi sekaligus dorongan untuk terus memperkuat peran perempuan di berbagai sektor.
Menurutnya, perjuangan belum selesai. Masih terdapat persoalan mendasar seperti ketimpangan kesempatan, keterbatasan akses pendidikan, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak yang perlu menjadi perhatian bersama.
Lebih jauh, Sutinah menekankan bahwa Kartini masa kini tidak hanya simbolik, tetapi hadir dalam peran konkret di masyarakat.
Perempuan berperan penting dalam menekan angka stunting melalui pengasuhan yang berkualitas, menggerakkan ekonomi keluarga lewat UMKM, hingga menjadi garda terdepan pelayanan publik sebagai guru, tenaga kesehatan, dan aparatur sipil negara.
Penekanan ini menunjukkan bahwa isu perempuan tidak lagi berhenti pada wacana kesetaraan, tetapi sudah masuk pada kontribusi strategis dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, panitia pelaksana melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif, terutama dalam membuka ruang yang adil bagi perempuan untuk berkembang.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan, masih ada pekerjaan rumah besar dalam memastikan perempuan terbebas dari kekerasan, mendapatkan akses pendidikan yang merata, serta memiliki peluang yang sama dalam berbagai bidang.
Dengan demikian, Hari Kartini di Mamuju tidak hanya menjadi ajang peringatan historis, tetapi juga ruang refleksi atas capaian dan tantangan, sekaligus ajakan untuk memastikan perempuan terus menjadi bagian penting dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (rls)





