Makassar, Mesakada.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap muncul dari pihak yang tidak memahami kondisi masyarakat miskin.
Menurut Amran, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu tidak bisa dilihat sekadar sebagai bantuan pangan. Ia menegaskan, MBG memiliki efek berantai terhadap perekonomian desa karena menggerakkan sektor pertanian hingga peternakan.
“MBG jangan dilihat berdiri sendiri. Ini penggerak ekonomi di desa, dari hortikultura, sayur-sayuran, penjual ayam, telur, semua bergerak dari hulu sampai hilir. Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin,” ujar Amran di Makassar, dilansir CNN, Senin (6/4).
Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya anak-anak yang rentan mengalami kekurangan gizi. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan agenda politik jangka pendek, karena penerima manfaatnya belum menjadi pemilih dalam pemilu.
“Ini investasi untuk anak-cucu kita. Anak SD, SMP, SMA belum ikut pemilihan. Artinya ini betul-betul gagasan untuk generasi ke depan,” katanya.
Amran turut menyoroti persoalan stunting yang masih berada di angka sekitar 21 persen. Ia menilai MBG menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan angka tersebut sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Selain itu, ia menyebut program ini berpotensi besar menggerakkan ekonomi desa melalui peningkatan permintaan produk pertanian dan peternakan. Dengan perputaran anggaran yang disebut mencapai Rp300 triliun, jutaan pelaku usaha kecil seperti peternak ayam, telur, sapi, dan kambing diperkirakan ikut terdampak.
“Ini menjadi off-taker bagi produk petani dan peternak. Ada sekitar 3,8 juta peternak yang bisa ikut bergerak,” ujarnya. (*)





