Mamasa, Mesakada.com — Pelaksanaan Mamasa Off Road Expedition yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Mamasa disebut bukan sekadar ajang otomotif dan petualangan ekstrem. Panitia menegaskan, kegiatan tersebut justru bertujuan memperkenalkan potensi wisata dan membuka akses promosi wilayah pedalaman kepada masyarakat luas.
Ketua panitia, Habel mengatakan, jalur yang akan dilalui peserta meliputi kawasan Nosu, Pana hingga Tabang. Menurutnya, kegiatan itu tidak dimaksudkan untuk merusak jalan ataupun sekadar bermain lumpur.
“Ini untuk jalur Nosu-Pana-Tabang. Kita bukan mau main lumpur-lumpuran. Tapi kita hanya melintas sekaligus membuka akses bagi orang luar agar lebih tahu dan paham seperti apa itu Kecamatan Nosu dan Pana,” kata Habel, Kamis (21/5/2026).
Event yang rencananya melibatkan komunitas off-road dan trail dari berbagai daerah itu juga disebut menjadi bagian dari upaya mendorong sektor wisata dan ekonomi lokal di wilayah pegunungan Mamasa.
Salah satu agenda yang akan digelar dalam kegiatan tersebut adalah kategori 4×4 fun trail di bawah naungan Indonesia Off-road Federation atau IOF. Panitia menilai kegiatan otomotif wisata seperti itu dapat memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Peserta datang bawa tim, menginap, makan, isi bensin. Dampaknya UMKM sekitar langsung kena imbasnya,” ujarnya.
Selain itu, jalur-jalur yang selama ini jarang dilalui akibat kondisi infrastruktur yang belum maksimal juga diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata petualangan baru di Sulbar.
Panitia menilai potensi alam di kawasan Nosu, Pana, dan Tabang cukup besar untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis alam dan petualangan apabila dikemas secara baik dan berkelanjutan.
Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak dipandang negatif sebagai aktivitas yang merusak jalan, melainkan sebagai sarana promosi daerah sekaligus pengenalan potensi wisata pedalaman Mamasa kepada masyarakat luar. (*)







