Mamuju, Mesakada.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) menerima laporan kejadian bencana tanah longsor dari Pusdalops BPBD Kabupaten Mamasa, Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WITA.
Tanah longsor tersebut terjadi di Dusun Salukatambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa, pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WITA.
Berdasarkan laporan awal, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Namun, longsor mengancam permukiman warga di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamasa, Gusti Harmiawan, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus di wilayah tersebut.
“Hasil pendataan Tim Reaksi Cepat BPBD Mamasa menunjukkan material longsoran menyeret pekarangan warga, sehingga sekitar 10 kepala keluarga terancam terdampak dan rumahnya berpotensi ambruk,” ujar Gusti.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Mamasa telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat, TNI, Polri, instansi terkait, serta pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan penanganan darurat dan pemantauan lanjutan terhadap potensi bencana susulan, termasuk ancaman banjir.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi rumah-rumah warga di sekitar lokasi masih dalam status terancam akibat tanah pekarangan yang terbawa longsor, sehingga diperlukan kewaspadaan dan pemantauan intensif.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi dan pemantauan perkembangan situasi di lapangan.
“Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Bapak Suhardi Duka, kami menginstruksikan seluruh jajaran BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana,” tegas Yasir Fattah. (*)






