Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menyoroti masih tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana di Sulbar. Ia pun berharap para sarjana ini bisa menjemput peluang di luar negeri.
Hal itu disampaikan Gubernur SDK saat menghadiri wisuda Universitas Sulbar Manarang di Ballroom Mall Matos Mamuju, Kamis (4/6/2026).Menurut SDK, kehadiran perguruan tinggi yang mampu melahirkan lulusan sarjana patut diapresiasi.
Namun, kata dia, kondisi ketenagakerjaan di Sulbar menunjukkan bahwa justru kelompok sarjana menjadi salah satu yang paling banyak menganggur.
“Ya tentu kita mengapresiasi dengan tumbuhnya perguruan tinggi yang mampu melahirkan sarjana-sarjana. Hanya persoalan kita, kalau kita lihat secara ketenagakerjaan di Sulbar, justru yang banyak menganggur itu sarjana,” kata SDK.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Ini artinya ada yang tidak link and match antara apa yang dilahirkan oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan kerja yang dibutuhkan di lapangan kerja,” ujarnya.
SDK mencontohkan, profesi keperawatan yang saat ini banyak dihasilkan berbagai perguruan tinggi. Sementara itu, kapasitas lembaga dan institusi kesehatan untuk menyerap tenaga kerja tersebut dinilai semakin terbatas.
“Hampir semua perguruan tinggi melahirkan perawat, tapi lembaga-lembaga institusi kesehatan kita tidak mampu lagi menampung,” ungkapnya.
Sebagai salah satu solusi, SDK mendorong lulusan perguruan tinggi untuk membuka peluang bekerja di luar negeri. Namun, ia menegaskan bahwa kemampuan bahasa menjadi syarat penting agar dapat bersaing di pasar kerja internasional.
“Jadi salah satu jalan adalah orientasi untuk bekerja di luar negeri. Orang bekerja di luar negeri tidak bisa kalau tidak tahu bahasanya. Dengan demikian harus belajar bahasa sesuai negara tujuan,” jelasnya.
Meski demikian, SDK optimistis para sarjana mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja dan memanfaatkan peluang yang tersedia.
“Namun demikian, kita yakini bahwa sarjana itu akan bisa menyesuaikan dirinya. Orang yang pintar pasti mampu menangkap peluang,” tutupnya. (ajs)






