Gubernur Sulbar Alokasikan Rp 45 M untuk Infrastruktur Mamasa di Tengah Efisiensi

oleh
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (tengah) diapit oleh bupati dan wakil bupati Mamasa, saat kegiatan pembukaan Event Bulan Mamase, di Lapangan Kondosapta, Senin (6/4/2026).

Mamasa, Mesakada.com — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak luas, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), tetap menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan di Kabupaten Mamasa.

SDK mengungkapkan, kondisi keuangan pemerintah saat ini tidak dalam keadaan ideal akibat kebijakan efisiensi yang diberlakukan secara menyeluruh, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kami pemerintah saat ini bukan bersedih, tapi memang tidak dalam kondisi baik-baik saja. Bukan hanya bupati, kami di provinsi juga merasakan hal yang sama,” kata SDK, saat menghadiri event Bulan Mamase, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, efisiensi yang terjadi bukan sekadar pengalihan anggaran, melainkan juga disertai dengan pengurangan, sehingga ruang fiskal pemerintah menjadi semakin terbatas.

“Semua diefisiensi, dibatasi, bahkan dikurangi. Ini yang membuat kita terbatas dalam menjalankan program-program yang menjadi harapan masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, Pemprov Sulbar masih berupaya mengalokasikan anggaran untuk Mamasa, khususnya pada sektor infrastruktur yang dinilai sangat mendesak.

“Syukur-syukur kita masih ada sedikit yang bisa kita bawa ke Mamasa. Kalau tidak salah, khusus untuk infrastruktur sekitar Rp45 miliar,” ungkap SDK.

Namun, ia juga mengakui belum dapat memastikan keberlanjutan anggaran tersebut pada tahun mendatang, mengingat kondisi fiskal yang masih penuh ketidakpastian.

“Tahun depan saya belum tahu, apakah masih ada atau tidak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, SDK juga menyinggung pendekatan yang dilakukan Bupati Mamasa dalam memperjuangkan anggaran daerahnya.

“Pendekatan Bupati Mamasa ini luar biasa. Apa saja dia janjikan ke saya, yang penting saya kasih program dan anggaran,” ujarnya dengan nada santai.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa di tengah keterbatasan, komunikasi dan lobi daerah tetap menjadi faktor penting dalam menghadirkan pembangunan bagi masyarakat. (ajs)

No More Posts Available.

No more pages to load.